oleh

Warga Bulungan Kecewa, “Kaltara Summit 2014” Digelar di Tarakan

Irianto Lambri dan BadrunTANJUNG SELOR, BERITAKALTARA.com – Kaltara Summit 2014 yang dihelat di Kota Tarakan selama 3 hari (14-16/4/2014) mengundang kekecewaan warga yang berdomisili di Kota Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Karena Pemprov lebih memilih Kota Tarakan sebagai pusat acara ketimbang Tanjung Selor sebagai ibukota provinsi.

“Acara Kaltara Summit seyogyanya dipusatkan di ibukota provinsi, bukan di daerah lain. Seharusnya pemerintah provinsi menggelar itu di Tanjung Selor agar peserta dan pembicara dari luar Kaltara bisa melihat kondisi Kaltara secara nyata bukan di Kota Tarakan yang sudah maju dan berkembang pesat, “ terang Anwari Eka Putra, pengamat pemerintahan dan masyarakat Kaltara, Senin (14/4/2014) di Tanjung Selor.

Kalau hanya berdasarkan fasilitas yang cukup sebagai alasan menggelar acara di Tarakan, kata Anwari, bukan menjadi sebuah pembenaran. Karena di Tanjung Selor sendiri juga masih memiliki fasilitas tersebut. Walaupun masih belum sebanding dengan fasilitas yang ada di Tarakan.

Selain itu, dengan digelarnya acara di Tanjung Selor Pemprov Kaltara selaku yang punya gawe bisa sedikit berhemat. Mengingat untuk pelaksanaan acara banyak gedung milik pemerintah yang memiliki cukup kapasitas untuk menampung para peserta.

“Bagaimana kita mau menata Tanjung Selor sebagai pusat pemerintahan. Wong pemerintahnya sendiri saja tidak serius untuk ‘menjual’ nya kepada orang pusat, “ kata Aan sapaan akrab Anwari Eka Putra.

Aan menambahkan, ada lagi yang memprihatinkan, untuk HUT Kaltara yang akan dirayakan pada tanggal 22 April 2014 mendatang hanya dirayakan alakadarnya. Padahal momen demikian seharusnya tidak demikian apalagi HUT ini adalah perayaan pertama setahun terbentuknya provinsi dan setahun masa pemerintahan Pj Gubernur Kaltara.

“Menurut beberapa orang yang berkepentingan di Sekrprov menyebutkan perayaan HUT Kaltara siangnya hanya diisi dengan acara syukuran, dan malamnya panitia hanya menggelar orkes musik campur sari saja, “ imbuhnya.

Padahal minimal untuk acara HUT demikian Pemprov wajib menampilkan berbagai potensi yang ada di Kaltara. Minimal membuat arena pameran untuk itu, agar hasilnya bisa dirasakan oleh warga Tanjung Selor khususnya dan masyarakat se Kaltara pada umumnya.

“Kalau benar nantinya HUT Kaltara dirayakan tidak semeriah Kaltara Summit berarti Pemprov Kaltara menganggap HUT tersebut tidak terlalu penting, “ pungkas Aan. # sahriansyah

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed