oleh

Tarakan Tuan Rumah STQ Nasional, Gubernur Apresiasi Kepercayaan Pemerintah Pusat

 

 

 

LAUNCHING : Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie menyuguhkan potongan tumpeng kepada Sekretaris Ditjen Bimas Islam Kemenag Prof H Muhammadiyah Amin sebagai pertanda peluncuran perhelatan STQ Nasional ke-24/2017 Kota Tarakan di Kayan Hall Hotel Tarakan Plaza, Tarakan, Minggu (21/5/2017). #FOTO: Humas Provinsi Kaltara

TARAKAN, beritakaltara.com – Perhelatan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional ke-24/2017 di Kota Tarakan, resmi diluncurkan sejak kemarin (21/5/2017). Peluncuran STQ Nasional itu dilakukan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie di Kayan Hall Hotel Tarakan Plaza.

Pada launching event dua tahunan itu, hadir Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Ditjen Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Prof H Muhammadiyah Amin, Asisten Deputi (Asdep) Pembinaan Umat Beragama, Pendidikan Agama dan Keagamaan Kementerian Koordinasi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Sahlan, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara H Badrun, Walikota Tarakan Sofian Raga, dan pejabat lainnya.

Pada sambutannya, Gubernur mengapresiasi kepercayaan yang diberikan Pemerintah RI, utamanya Kemenag, kepada Provinsi Kaltara untuk menggelar STQ Nasional ke-24/2017. Terlebih istimewa, perhelatan yang digelar pada Juli nanti ini, adalah STQ terakhir.

“Memang tak mudah meraih kepercayaan itu. Dan, untuk menentukan siapa yang layak menjadi tuan rumah perhelatan nasional, seperti STQ misalnya, tak sembarangan. Salah satu poin pentingnya, adalah kemampuan untuk dipercaya, bergerak cepat dan mampu menunaikan amanah dengan bertanggungjawab,” kata Irianto.

Diingatkan Gubernur, pada perhelatan nasional ini, pihak penyelenggara sedianya mampu mewujudkan asa Pemerintah Pusat, terkait efektivitas dan efisiensi anggaran.

“Presiden (Joko Widodo) sudah menginstruksikan untuk mengurangi kegiatan seremonial, dan lebih mengutamakan kegiatan riil dengan pendanaan yang efektif dan efisien. Ini baik sekali, karena nyaris triliunan rupiah habis untuk kegiatan seremonial selama ini,” ujar Irianto.

Terlebih, nyaris di seluruh daerah mengalami defisit anggaran, tak terkecuali Kaltara maka langkah penggunaan anggaran dengan pertimbangan matang menjadi penting. “Untuk STQ ini, Pemprov Kaltara mengucurkan dana hibah Rp 7 miliar. Sejurus dengan semangat efektivitas dan efisiensi itu, diharapkan penggunaan dana hibah dapat dikelola penyelenggara STQ dengan tepat dan bertanggungjawab,” ucap Irianto.

Guna menegaskan penggunaan dana hibah untuk STQ itu, Gubernur pun mengarahkan pendampingan dari Inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

“Dana hibah ini, penggunaannya jangan dipaksa untuk dimaksimalkan. Justru, kalau ada saldo tersisa, itu lebih baik. Jadi, diefisienkan pemanfaatannya, dan saldo tersisa dapat digunakan untuk kegiatan lainnya. Seperti memperbaiki rumah kaum dhuafa, membantu pengembangan ekonomi kerakyatan dan lainnya,” papar Irianto.

Dijelaskan Gubernur, pemberian dana hibah sebesar itu, bukan berarti Kaltara tak defisit anggaran. Sebab, dari hasil pembicaraannya dengan pimpinan wilayah (gubernur) yang pernah menghelat STQ Nasional, dana hibah yang digunakan jauh lebih besar.

“Pada STQ Nasional yang digelar di Babel (Bangka Belitung), dari diskusi saya dengan Gubernur Babel, dana hibah yang dikucurkan sekitar Rp 20 miliar. Dan, oleh Gubernur Babel, dana hibah dan momen STQ itu dimanfaatkan untuk membangun dua masjid yang megah, dan ini bentuk kepintaran pimpinan wilayah memanfaatkan momentum,” urai Irianto.(humas)

 

 

 

==

 

 

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed