oleh

Sebatik Segera Miliki Bandara Perintis

diperbatasan - negara

KALTARA, BERITAKALTARA.COM – Pembenahan Pulau Sebatik, Nunukan yang telah diusulkan menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB) Kota Sebatik terus dilakukan. Pulau dengan lima kecamatan dan penduduknya lebih 35 ribu jiwa tersebut salah satunya diusulkan untuk bisa segera memiliki bandara perintis.

Penjabat Gubernur Kalimantan Utara Dr H Irianto Lambrie mengatakan pihaknya terus mendorong pemerintah pusat agar melakukan percepatan pembentukan DOB Kota Sebatik. Agar akselerasi pembangunan bisa dilaksanakan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sekaligus mengangkat harkat dan martabat bangsa di wilayah perbatasan dengan Negara Malaysia.

“Kita di pesisir pantai bisa dengan jelas melihat perkembangan Kota Tawau, Malaysia. Sangat jauh kondisinya dengan di sini (Sebatik). Perlu akselerasi cepat dan kita akan segera mengusulkan kepemerintah pusat,” ujar Irianto saat melakukan kunjungan kerja ke Sebatik beberapa waktu lalu.

Ditemani Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Prof Agus Dwi yanto, Bupati Nunukan Drs Basri, Sekda prov Kaltara Drs H Badrun beserta jajaran, rombongan melakukan penyeberangan dari Nunukan menuju Sebatik melalui Pelabuhan Sei Jepun, Nunukan Selatan. Menggunakan speed boat sekitar 20 menit, rombongan tiba di Dermaga Binalawan, Sebatik Barat.

Dengan menggunakan kendaraan roda empat, rombongan menyusuri jalanan menuju patok perbatasan di Dusun Abadi, Desa Aji Kuning, Sebatik Tengah. Selanjutnya melihat kegiatan perekonomian masyarakat di pasar tradisional Aji Kuning serta mengunjungi Pos Perbatasan TNI AL di Sei Pancang, didaerah Sebatik Utara.

Irianto mengatakan setelah peninjauan kelapangan, Pemprov Kaltara akan segera mengusulkan berbagai pembenahan. Yaitu mengusulkan, merencanakan dan menganggarkan peningkatan, perbaikan serta pelebaran jalan lingkar Pulau Sebatik tersebut melalui APBN.

“Kami juga akan mengusulkan kepada pemerintah pusat agar Sebatik bisa segera memiliki bandara. Hal ini penting untuk semakin memudahkan dan mempercepat pergerakan orang dan barang khususnya untuk kegiatan perekonomian masyarakat. Sebab sebagai contoh dengan menggunakan speed boat dari Tarakan membutuhkan sekitar 3 jam sementara jika telah ada bandara dengan menggunakan pesawat hanya sekitar 20 menit. Hal itu akan segera kami tindak lanjuti dengan menyusun perencanaan pembangunan bandara,” ujarnya.

Hal lain yang diusulkan, lanjut Irianto terkait pengembangan usaha kelautan dan perikanan termasuk promosi investasi kepada swasta dan pembuatan demontration Plot atau demplot. Berupa suatu metode penyuluhan pertanian kepada petani, dengan cara membuat lahan percontohan, agar petani bisa melihat dan membuktikan terhadap objek yang didemontrasikan diantaranya pengelolaan tambak modern, pengembangan agro industry khususnya yang berbasis kelapa sawit, kelautan dan perikanan. Selain itu, lanjut Irianto usulan untuk pembangunan pasar tradisional, pembinaan SDM petani dan nelayan, pengembangan pariwisata, mendukung program Pertahanan dan Keamanan Negara (Hankamneg) dan ketahanan nasional serta pembangunan dan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan serta kesehatan. *

 

Reporter : Drajat / Humas Pemprov Kaltara

Editor      : Sahriansyah.

 

 

 

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed