oleh

Proyek Pertanian di Malinau Bermasalah

lahan pertanian malinau-1MALINAU, BERITAKALTARA.COM – Sebanyak enam kelompok tani Desa Pulau Betung Kecamatan Malinau Hulu  mengeluhkan proyek optimalisasi lahan pertanian bernilai Rp3,6 miliar yang tidak dapat difungsikan.

Warga pun menuding upaya pemerintah Kabupaten Malinau meningkatkan pendapatan para petani hanya setengah hati. Malah diduga menjadi sekedar proyek untuk keuntungan pribadi.

Sejak proyek tersebut dikerjakan PT Makmur Jaya Prestasi selaku kontraktor pelaksana, sudah nampak adanya ketidakberesan. warga di sana melihat pihak kontraktor tidak pernah berkoordinasi dengan kelompok tani terkait pengerjaannya. Karena tidak adanya koordinasi ini sehingga proyek yang telah menelan APBD Kabupaten Malinau tahun anggaran 2012 senilai Rp3,6 miliar itu dituding dikerjakan asal-asalan dan akhirnya tidak dapat digunakan atau difungsikan sebagaimana mestinya.

Badarudin, Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Desa Pulau Betung Malinau Hulu kepada BERITAKALTARA.COM, Jumat (13/12/13) membenarkan adanya permasalahan pengerjaan proyek optimalisasi lahan pertanian yang dikerjakan pihak kontraktor melalui Dinas Pertanian Kabupaten Malinau. Menurutnya proyek tersebut tidak sesuai dengan perencanaan awal ketika disosialisasikan Dinas Pertanian Malinau beberapa waktu lalu. “Kami selaku warga Malinau Hulu yang tergabung dalam kelompok tani terus terang merasa sangat kecewa. Apalah artinya proyek ini dibangun kalau toh akhirnya tidak dapat dimanfaatkan bagi warga,”tegas Badarudin. #ibnu

 

 

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed