oleh

Petani di Malinau Ditawari Rp3 Juta Asal Terima Proyek

lahan pertanian malinau-1MALINAU, BERITAKALTARA.COM – Banyak keanehan diakui oleh Badarudin, Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Desa Pulau Betung Malinau Hulu, mengenai proyek optimalisasi lahan pertanian senilai Rp3,6 miliar yang dananya bersumber dari APBD Kabupaten Malinau Tahun Anggaran 2012.

Setelah enam kelompok tani di desa tersebut menolak tidak mau serah terima proyek tersebut, muncul manuver dari kontraktror dan oknum pejabat pemerintah mendekati para petani. Salah satu caranya mau memberi uang senilai Rp3 juta kepada setiap kelompok tani.

“Tawaran itu memang pernah disampaikan, maksudnya agar kami menerima proyek ini apa adanya tapi warga di sini tetap menolaknya,”ungkap Badarudin.

Keanehan yang lain, karena kendati penyerahan proyek sudah ditolak oleh kelompok tani, tapi mulus diterima pemerintah dan proyeknya dianggap selesai 100 persen. “Saya dengar-dengar sih pengusahanya orang dekat bupati,” ujar Badaruddin.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak enam kelompok tani Desa Pulau Betung Kecamatan Malinau Hulu  mengeluhkan proyek optimalisasi lahan pertanian bernilai Rp3,6 miliar yang tidak dapat difungsikan. Luas lahan pertanian yang menjadi objek proyek itu 100 hektar, terbagi di dua lokasi.

”Saya sendiri kurang mengerti mengapa bisa dikatakan sudah selesai sementara kami menolak menerima proyek itu,” tegas Badarudin kembali.

Sebagai warga Malinau Hulu Badarudin yang juga diketahui sebagai Ketua RT 04 bersama kelompok tani lainnya merasa keberatan atas pembangunan proyek optimalisasi lahan pertanian yang diduga bernuansa hanya mencari keuntungan pribadi oknum semata. “Jika begini faktanya lebih baik proyek ini dikerjakan secara swadaya oleh warga sendiri ketimbang kontraktor tapi hasilnya amburadul”.

Pihaknya pun mengaku sudah melaporkan masalah ini ke Kejaksaan Negeri Malinau melalui aparat kantor Desa. “Yah setahu saya kepala Desa sendiri yang melaporkan secara resmi ke Kejari Malinau tapi hingga kini laporan tersebut belum ada tanggapan,” jelas Badarudin kepada BERITAKALTARA.COM. #ibnu

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed