oleh

Pertambangan di Kaltim Lebih Banyak Datangkan Bencana

SAMARINDA, BERITA KALTARA.COM- Sebagai anggota DPRD Kaltim Komisi III, Hatta Zainal menyorot tajam terhadap ratusan perusahaan pertambangan batubara di Kaltim yang dalam melakukan penggalian batubara tidak mengindahkan kerusakan lingkungan. Sehingga setiap tiba musim hujan banyak lingkungan rusak sehingga banyak bencana melanda provinsi ini.

Khususnya bencana yang menimpa itu banjir, karena itu butuh perhatian khusus dari pemerintah, terutama Gubernur Kaltim dan jajarannya untuk terus mengatasi permasalahan yang selalu muncul di tiap musim penghujan karena tidak saja banjir itu bisa menenggelamkan lahan-lahan pertanian penduduk sehingga mengalami kerusakan dan gagal panen, juga bencana itu menenggelamkan ruas-ruas badan jalan umum serta rumah-rumah penduduk.

SebagaiAnggota Komisi III, Hatta Zainal sangat prihatin atas minimnya peran pemerintah dalam melakukan pengawasan operasional khususnya pertambangan yang banyak melakukan pelanggaran pada proses reklamasi.

“Kita perlu menata kembali kerusakan lingkungan. Misalnya bagaimana meminimalkan kerusakan– kerusakan lingkungan akibat ulah tangan – tangan yang tak memiliki kesadaran untuk memperbaiki alam yang telah dirusaknya,” urai politikus Partai Golkar ini.

Apabila semua pihak memahami akan kondisi lingkungan yang semakin genting dan butuh perhatian, mungkin berbagai bencana yang ada khususnya banjir tidak terlalu sering dijumpai seperti sekarang.

Hatta Zainal mengimbau agar para pengusaha khususnya pengusaha tambang batu bara tidak serta merta membiarkan lahan tambang yang telah dieksploitasi. Namun hendaknya lahani tu mesti dilakukan reboisasi kembali demi mengurangi angka bencana banjir di daerah ini.

“Bencana yang telah terjadi memang tidak bisa dihindari. Namun bagaimana cara manusia agar mengurangi angka bencana tersebut. Seperti jangan berlebihan dalam menebang pohon, dan mereklamasi kembali galian tambang yang ada.Tentunya harus ada sinkronisasi antara pemerintah, masyarakat dan pengusaha. Dalam hal ini sangat diharapkan pemerintah dapat mengawasi para pengusaha tambang tersebut agar peduli terhadap lingkungan,” ucapHattaZainal.

Menurut Zainal, masyarakat juga harus ikut mengawasi kerusakan lingkungan oleh para pengusaha yang mengeksploitasi sumber daya alam berupa tambang batu bara. Pemerintah terutama jajaran Gubernur harus turun langsung ke lapangan dan mengawasi para pengusaha tambang yang telah menggunakan sumber daya alam untuk kepentingan komersil perusahaannya, supaya para pengusaha itu tidak semaunya dalam melakukan penggalian tambang.

“Para pengusaha tambang ini mungkin meninggalkan begitu saja lahan yang telah digunakan tanpa reklamasi karena kurangnya pengawasan dari pemerintah. Tapi kita juga menyadari bahwa tenaga inspektur pengawas lapangan ini sangat terbatas di antara ratusan perusahaan tambang batubara di ProvinsiKaltim, oleh karena itu sangat dibutuhkan tenaga tambahan terutama untuk pengawasan kepedulian lingkungan,” tuturHattaZainal.

Zainal mengungkapkan, permasalahan ini juga merupakan tantangan besar bagi pemerintah serta pengusaha. Ketika perusahaan tambang berani mengeksploitasi alam besar-besaran, mereka juga harus dituntut berani memperbaiki kembali secara besar – besaran.

“Tapi sekali lagi hal ini juga harus ditunjang oleh pengawasan yang ketat dari pemerintah demi menanamkan kesadaran pentingnya menjaga lingkungan,” tambahnya. #

======

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed