by

Pempus Terapkan Program SIMPDN, Diskoperindag Berau Bentuk Tim  

 TANJUNG REDEB, beritakaltara.com- Untuk mencari informasi yang akurat mengenai harga kebutuhan pokok di lapangan, sekaligus melakukan pengawasan harga untuk dilaporkan ke Pempus, Dinas Koperasi dan Perdagangan (Diskoperindag) segera membentuk tim. Pelaporan ini sesuai program Pempus yakni, Sistim Informasi Managemen Perdagangan Dalam Negeri  (SIMPDN).
Kepala Diskoperindag Berau, HM Sarkawi HAB kepada media ini menjelaskan, sesuai program Pempus, dalam hal ini Kementerian Koperasi dan Perdagangan, semua daerah kabupaten / kota diminta memberikan pelaporan harga kebutuhan pokok.
“Jadi kami harus membentuk tim dulu untuk memantau langsung harga kebutuhan pokok di lapangan, bagi di pasar maupun di distributor. Setidaknya, selain memantau juga melakukan pengawasan langsung di lapangan, apa yang menjadi kendala atau penyebab kenaikan harga kebutuhan pokok,” ujarnya.
Dijelaskan,  setelah pagi melakukan pemantauan di lapangan, pukul 00:00 Wita tim ini harus menginput data, atau memberikanlaporan langsung ke pusat melalui komputerisasi. Dan batasnya, di bawah jam 11:00 Wita.
“Jadi harus di bawah jam 11:00 Wita kita harus memasukkan data, jam 11:00 Wita tidak bisa lagi menginput data. Karena itu tim ini harus kerja ektra untuk menginput data ke pusat setiap hari,” urainya.
Sisi lain, lanjut Sarkawi, kerja ektra ini yang dimaksud juga tidak aada hari libur, tim ini bisa tidak bisa setiap hari harus memberikan pelaporan ke pusat, sesuai program pusat. “ Jadi ngak ada istilah hari Sabtu, hari Minggu atau tanggal merah, mereka (tim) ini harus tetap melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok,” imbuhnya.        
“Bupati pun bisa membuka program ini, tetapi hanya sebatas membuka untuk memantau setiap hari, tidak bisa merubah table yang ada. Termasuk kabupaten/kota lainnya bisa melihat langsung harga kebutuhan pokok di Kabupaten Berau, dan nanti ada websitnya sendiri kalau mau melihatnnya,” imbuhnya.
Dijelaskan pula, bahwa program yang diluncurkan Pempus ini juga untuk sebagai bahan evaluasi Pempus untuk pendistribusian, harga pasaran, menyetabilkan stok maupun harga kebutuhan pokok di seluruh Indonesia.
“Karena itu alkhamdulillah dengan adanya metode ini kami juga dipermudah memberiikan pelaporan, dibandingkan sebelumnya yang ahrus perminggu kita memberikan pelaporan, karena melelahkan laporan perminggu, sebab harga kebutuhan pokok setiap harinya sering berubah – ubah, sehingga kami juga harus merubah – rubah data,” pungkasnya. #MAR
Print Friendly

Comments

comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed