oleh

Pembinaan dan Pengawasan Realisasi Investasi Perlu Ditingkatkan

TANJUNG SELOR, beritakaltara.com – Guna memperkuat upaya peningkatan realisasi investasi di Kalimantan Utara (Kaltara), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal se-Kalimantan Utara, di Ballroom Hotel Crown, Rabu (10/4).

Dijelaskan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Provinsi (Setprov) Kaltara H Syaiful Herman, lewat kegiatan ini diharapkan dapat terbangun komunikasi baik antara provinsi dan kabupaten/kota dalam hal merumuskan arah pelaksanaan program yang sesuai dengan dokumen perencanaan sehingga berjalan dengan baik untuk mempercepat realisasi investasi,” kata Syaiful saat membuka rakor tersebut.

Saiful mengatakan, berdasarkan hasil Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) perkembangan pelaksanaan penanaman modal di Kaltara pada 2018, realisasinya mencapai Rp 2,268 triliun atau sebesar 48,88 persen dari target nasional sebesar Rp 4,640 triliun. “Melihat dari capaian realisasi investasi tersebut, maka perlu menjadi perhatian kita bersama agar target yang telah ditetapkan tersebut dapat tercapai. Salah satunya dengan meningkatkan pembinaan dan pengawasan atas pelaksanaan penanaman modal di daerah,” ungkap Syaiful.

Syaiful mengakui, seiring dengan berkembangnya perekonomian di daerah, semangat berinvestasi semestinya meningkat pula. “Capaian ini pastinya juga akan meningkat jika peran dan kerja sama antara perusahaan sebagai pelaku usaha penanaman modal dan dinas penanaman modal sebagai penyelenggara sekaligus pengendali pelaksana penanaman modal terus terjalin dengan baik. Dengan demikian target investasi di Provinsi Kaltara dapat tercapai,” tutupnya. (humas)

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed