oleh

Pemadaman Bergilir Listrik di Nunukan, Pemkab Minta Penjelasan PLN

NUNUKAN, beritakaltara.com- Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Nunukan hingga saat ini masih menjadi keluhan masyarakat. Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Nunukan Robby N Serang, Rabu (15/5/2019), memanggil Manajer PLN Rayon Nunukan untuk mengetahui secara pasti mengenai penyebab terjadinya pemadaman bergilir.

Manajer PT PLN (Persero) Rayon Nunukan Fajar Setiayadi menyampaikan, terjadinya pemadaman listrik akibat kerusakan mesin PLTMG di Sebaung, serta adanya perbaikan secara berkala mesin tenaga diesel. Perbaikan mesin berkala itu membuat pasokan listrik mengalami penurunan hingga 1,5 Mega Wat (MW).

“Beberapa pembangkit listrik ini mengalami kerusakan awal bulan puasa lalu. Di antaranya 1 unit mesin berkapasitas 1 Mega Wat (MW) dan PLTG yang berada di Sebaung yang menjadi mitra  di PT Bugag juga mengalami kerusakan.

Fajar mengatakan, kerusakan mesin pembangkit listrik diduga didorong adanya pola masyarakat dalam pemakaian listrik yang mengalami perubahan dalam bulan ramadhan. Selama Ramadhan beban puncak terjadi pukul 17.00 hingga pukul 05.00 WITA, karena masyarakat lebih banyak menggunakan listrik pada malam hari dari pada siang hari, sehingga kebutuhannya lebih meningkat dari hari biasanya.

“Pola masyarakat dalam pemakaian listrik mengalami perubahan sehingga beban puncak dimulai sore hingga malam. Kami menghimbau warga untuk menggunakan listrik lebih hemat,” ungkapnya.

Robby N Serang SH menyatakan selama ini warga Nunukan mendapat pasokan daya listrik dari mesin PT PLN dan mesin yang dikelola PT Bugag, Jika salah satu mesin saja mengalami kendala maupun kerusakan, maka dipastikan pasokan listrik masyarakat akan mengalami masalah. Apalagi saat ini antara kebutuhan listrik dengan produksi listrik tidak seimbang.

“Cadangan mesin maupun cadangan pasokan listrik saat ini tidak ada, sehingga jika terjadi kerusakan pembangkit listrik milik PT PLN maupun PT Bugag maka dipastikan pasokan listrik mengalami penurunan yang dipastikan terjadinya pemadaman,” ungkapnya.

Sehingga menurut Robby, untuk mengatasi terjadinya persoalan kebutuhan daya ini, agar tidak terjadi pemadaman secara terus menerus, kedepannya perlu dilakukan terobosan diantaranya memfasilitasi PT PLN untuk mendapatkan mesin pembangkit cadangan sehingga bisa mengantisipasi kekurangan daya seperti yang terjadi saat ini. Robby merasakan, adanya gangguan ketersediaan listri berpengaruh pada perekonomian masyarakat maupun investasi di Nunukan.

“Bisa dibayangkan jika terhenti, beberapa banyak uang yang hilang dan berapa banyak kerugian yang terjadi. Sehingga Pemerintah Kabupaten Nunukan akan melakukan koordinasi ke provinsi, maupun tingkat cabang hingga Kementerian BUMN, untuk kedepannya agar pertumbuhan perekonomian Nunukan tetap terjaga,” jelasnya.

Kedepannya Robby juga mengimbau agar PLN maupun PT Bugag selalu koordinasi dengan pemerintah daerah sehingga jika sewaktu-waktu ada persoalan serupa, pemerintah punya kewajiban untuk memberikan dukungan.

“Atas pemadaman listrik bergilir ini, PLN juga harus memperhatikan fasilitas umum. Seperti RSUD, pusat-pusat pelayanan perintah, pusat perdagangan dan daerah rawan, jangan sampai gelap total. Ini bulan Ramadan, penjadwalan harus dikoordinasikan. Jangan padamkan pada saat orang berbuka puasa dan saat tarawih,” pesannya. (Humaspemkabnnk/#fik)

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed