oleh

Pelantikan Dani Jadi Ketua DPRD Tarsandung SK Berlapis

POTO H.DANNI ISKANDARNUNUKAN, BERITAKALTARA.com – Haji Dani Iskandar seyogianya mulus dilantik menjadi Ketua definitive DPRD Nunukan sesuai SK Pj Gubernur Kaltara yang ditandatangani Irianto Lambrie, namun akibat munculnya SK yang dibawa H Irwan Sabri yang ditunjuk Partai Demokrat menjadi Ketua DPRD Nunukan, maka Sekwan DPRD setempat gamang untuk melantik salah satu dari dua nama itu.
“Akibat munculnya Surat Keputusan (SK) berlapis macam itu, maka Dani Iskandar sebagai pemenang Pemilu Legislatif jadi terhalang dilantik sebagai ketua DPRD,” kata Haji Abu selaku orang tua Dani mengeluhkan persoalan itu kepada sejumlah wartawan, Rabu (24/9/2014).
Sebagaimana diketahui public di Nunukan, Dani Iskandar ‘berperahukan Partai Demokrat’ sudah mendapatkan SK dari Pj Gubernur Kaltara, SK itu intinya memerintahkan dan menyetujui Dani Iskandar menjadi Ketua DPRD Nunukan, ketika dipersiapkan pelantikannya Dani, tiba-tiba muncul Irwan Sabri yang mengklaim telah ditunjuk oleh Partai Demokrat. Irwan memegang SK penunjukan itu dari Partai Demokrat, sehingga Irwan Sabri merasa berhak menjadi Ketua DPRD Nunukan, dan itu membuat Sekretariat DPRD setempat gamang.
Akibat dualismenya SK itu berdampak pada Sekretaris DPRD Nunukan yang jadi gamang untuk melantik salah satunya. “Kami ragu, apakah Dani Iskandar pemegang SK Pj Gubernur Kaltara yang kami lantik, ataukah Irwan Sabri sebagai pemegang SK Partai Demokrat?” ujar Sekwan DPRD Nunukan.
Sementara pihak Dani Iskandar bersikeras pihak mereka yang paling berhak menduduki jabatan Ketua DPRD, begitu juga dengan pihak Irwan Sabri. Karena itu pelantikan Ketua DPRD definitive Nunukan masih tertunda hingga medio akhir September 2014.
Abu selaku orang tua Dani Iskandar saat dijumpai wartawan Yusuf Palimbongan, menyatakan tidak ambil pusing dengan SK yang dipegang Irwan Sabri, baik SK itu asli maupun fotocopiyan. “Intinya putera kami (Dani Iskandar, Red) memiliki SK asli yang langsung bertandatangankan Pj Gubernur Kaltara H Irianto Lambrie,” tegas Abu didampingi Ari Galang juru bicara Dani Iskandar.
Sampai berita ini diturunkan ke publik belum diketahui apa sikap DPC Partai Demokrat Nunukan terhadap dua SK itu? Yang jelas pelantikan tampuk pimpinan definitive DPRD di Nunukan itu bakal terus terkendala bila tidak ditengahi oleg Pj Gubernur dan pihak Partai Demokrat. Sebagaimana harapan Abu, hendaknya urusan itu secepatnya ditengahi Pemerintah Nunukan dan pihak-pihak yang mengeluarkan SK, bila tidak, pasti akan terus berlarut-larut ‘sengketa’ itu.
Bahkan Abu memprediksi bisa terjadi demo masyarakat lantaran pelantikan Ketua DPRD terus terkatung-katung. “Saya ini sejak 42 tahun silam tinggal di Nunukan tidak pernah membuat masalah. Saya tahu betul karakter masyarakat di sini. Saya setiap ada persoalan rawan, selalu turun tangan apalagi persoalan dalam Pelabuhan. Akan tetapi kalau ada yang mau ‘menjual’ saya siap melayani. Saya ini dikenal dan mengenal masrakat Nunukan, tanyakan siapa H Abu sebenarnya!” ucapnya bernada tegas. #yusuf palimbongan

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed