oleh

PANEN PADI DI FOOD ESTATE KABUPATEN BULUNGAN

Foto_Panen_Padi_Tj_Buka_2016_9Tanjung Selor, BERITAKALTARA.com – Panen padi masyarakat bersama Wakil Bupati Bulungan dan Gubernur Kalimantan Utara berlangsung di wilayah Satuan Pemukiman (SP) 2 Tanjung Buka, Kecamatan Tanjung Palas Tengah pada Senin (07/03/2016) di wilayah pertanian padi seluas 1.700 hektare.

Wakil Bupati Bulungan, Ingkong Ala mengungkapkan, kawasan Food Estate di Tanjung Buka memiliki potensi besar unutk menjadi lumbung padi atau sentra beras di wilayah Provinsi Kalimantan Utara. Maka sektor pertanian pun masih menjadi prioritas utama pembangunan yang dilakukan Pemkab Bulungan bersama pembangunan infrastruktur sebagai penunjang.

“Selain padi di mana Kabupaten Bulungan pernah 5 tahun berturut mendapat penghargaan Presiden RI atas peningkatan produksi di atas 2 persen, kita juga melakukan upaya khusus pada jagung dan kedelai,” ucap Wabup dalam sambutanya usai melakukan pemotongan padi panen bersama Gubernur Kaltara. Dijelaskan, pentingnya Food Estate atau kawasan pangan terpadu selain menciptakan ketahanan pangan sekaligus menyerap tenaga kerja, mengurangi kemiskinan dan menambah pendapatan masyarakat. Maka seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Bulungan pun diharapkan dapat dapat bersinergi memajukan pembangunan Food Estate.

“Kita juga berharap Pemprov Kaltara dapat membantu mempercepat pembangunan Food Estate Bulungan,” katanya. Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie pada kesempatan sama menambahkan, wilayah Kabupaten Bulungan sebagai kawasan pertanian dan transmigrasi yang berlangsung sejak 1974 sudah dinilai berhasil. Transmigrasi di Bulungan telah terbukti dan teruji membuat kesejahteraan hidup lebih baik. Tercatat dari 154 ribu lebih penduduk Bulungan mayoritas bergerak di sektor pertanian.

“Kita harus melihat negara lain di mana negara yang tangguh itu memiliki basis pertanian yang tangguh, kuat dan mampu bertahan dari krisis,” tandasnya. Gubernur juga mengenalkan jenis padi Salebu dari Sumatera berjenis padi rawa yang dapat dipanen 4 kali dalam setahun. Selain itu, Pemprov Kaltara juga menurunkan tim ahli dari Universitas Sriwijaya Palembang untuk membantu mempercepat pembangunan Food Estate.

“Kalau sekarang kapasitas produksi padi di Food Estate sekitar 2 ton per hektare kita berharap dalam 2 tahun ke depan bisa meningkat jadi 5 ton per hektare,” pungkasnya.

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed