oleh

Muhammad Mashur Kasih Bingkisan Natal

bingkisan natal nunukan webNUNUKAN, BERITAKALTARA.COM- Indahnya perbedaan ditunjukkan pengusaha kayu gaharu, Mashur Muhammad SH Msi. Dua hari menjelang hari Natal, ia membagikan bingkisan kepada 28 pendeta yang melayani umat di Kabupaten Nunukanm provinsi Kalimantan Utara.

Bagi-bagi bingkisan untuk para pendeta itu dilakukan Mashur bersama Ruman Tumbo SH, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Badan Musyawarah Antar gereja se-kabupaten Nunukan. Wakil Ketua DPRD Nunukan yang juga Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKAT) itu mengatakan, aksi itu tidak terkait urusan politik.

“Kami bangga dan berterima kasih kepada Pak Mashur yang memberikan bingkisan sebagai ucapan hari Natal kepada umat krisitiani. Menurut saya, bukan nilai bingkisannya yang terpenting dalam moment ini, tapi memberikan contoh tauladan bahwa persaudaraan antar umat di Nunukan berjalan saling menghargai,” ucap Ruman Tumbo.

Mashur Muhammad juga mengatakan jangan mengkaitkan kegiatan peringatan lahirnya Isa Almasih itu dengan politik, seperti supaya dapat dukungan menjadi bupati atau jabatan publik lainnya. “Ini adalah bentuk bagi-bagi rejeki. Kebetulan pas dekat hari Natal, jadi sasarannya umat kristiani,” ujar Mashur yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Kayu Gaharu Indonesia itu.

Sementara, SL Pohan, salah seorang pendeta yang juga pemimpin redaksi Xarismata dan menerima bingkisan mengatakan,  ia bangga dan berterima kasih adanya pengusaha yang dermawan.

Bingkisan yang diberikan Mashur, bukan hanya berupa uang tunai yang bermanfaat dalam menghadapi keperluan Natal, tapi juga dua unit mobil ambulans. Dalam waktu dekat mobil yang dipesan itu datang ke Nunukan dan diserahkan kepada umat Kristiani yang memerlukan melalui Ruman Tumbo. Selain menyerahkan mobil ambulans, Mashur juga membantu operasional mobil tersebut, termasuk menyediakan supirnya.

Kepada BERITAKALTARA.COM, Mashur mengutarakan keinginannya masyarakat lokal di Nunukan membudidayakan kayu gaharu, karena nilainya yang cukup mahal di pasaran dalam maupun luar negeri. Kayu gaharu ini tergolong unik, karena proses budidayanya adalah dengan cara ‘menyakiti’ pohon tersebut sampai muncul serbuknya yang wangi. #Yusuf Palimbongan

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed