oleh

Mabes Polri Tangkap BBM Ilegal di Muara Berau

SAMARINDA,BERITAKALTARA.COM- Kejaksaan Negeri Samarinda mendapat limpahan kasus BBM (Bahan Bakar Minyak) ilegal hasil truk tangki barang bukti webtangkapan Mabes Polri beberapa bulan lalu. Barang bukti berupa 4 unit mobil tangki dan dua unit LCT sudah diserahkan pihak Mabes Polri kepada Kejaksaan Negeri Samarinda untuk segera diproses lebih lanjut.

 Saat ini pihak Kejari Samarinda masih melakukan pemberkasan sebelum kasus ini dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Samarinda untuk disidangkan. “Yah, memang benar ada kasus BBM ilegal hasil tangkapan Mabes Polri yang dilimpahkan kepada Kejari Samarinda. Kita masih melakukan pemberkasan dulu,” terang Agus Suprianto salah satu Jaksa yang ditunjuk untuk menangani perkara ini kepada BERITAKALTARA.COM, selasa (04/02/14) di Kantornya siang tadi.

 Berdasarkan keterangan yang dihimpun media ini di Kantor Kejaksaan Negeri Samarinda diperoleh informasi tentang kronologis penangkapan ini. Kapal asing bermuatan BBM jenis solar bersama dua kapal tabout Berkah Beruntung lengkap dengan LCT-nya ditangkap Mabes Polri saat kedua kapal tersebut “kencing” diperairan Muara Berau. Penangkapan ini dilakukan Mabes Polri, hari Jumat tanggal 7 Juni 2013 sekitar pukul 01.00 WITA dini hari.

 Dari penangkapan ini Mabes Polri berhasil mengamankan 15 ton BBM ilegal termasuk yang sudah dimuat didalam truk tangki. Setelah dilakukan pemeriksaan, BBM ini ternyata milik Sunarso direktur PT.Asia Star Internasional yang diketahui izinnya pun telah mati bulan September 2012 lalu.

 Sunarso yang ditetapkan polisi sebagai tersangka didalam BAP (Berita Acara Pemeriksaan) mengaku nekat melakukan transaksi jual beli BBM ilegal dari kapal asing  karena tergiur dengan keuntungan besar. Ia mengaku membeli BBM ini dengan harga Rp6500 rupiah perliter dan rencananya akan kembali dijual dengan harga Rp8500 rupiah perliternya.

 Tangkapan BBM ilegal Mabes Polri ini kabarnya sudah dilelang sedangkan barang bukti alat trasportasi dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Samarinda. Atas perbuatan Sunarso ini, Ia terbukti melanggar pasal 53 huruf b dan d Undang-undang RI No 22 tahun 2001 tentang Migas jo pasal 64 ayat 1 KUHP.#ib 

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed