oleh

Luruskan Informasi Sambil Ngopi di Nunukan

coffe morning di nunukan webNUNUKAN, BERITAKALTARA.COM – Gagasan digelarnya coffe morning antara pejabat pemerintahan dengan wartawan di Nunukan sudah sejak lama. Hanya saja realisasinya sulit diwujudkan.

Barangkali, itu pula sebabnya, yang membuat hubungan pemerintahan dengan jajaran pers di daerah itu mudah renggang. Tidak ada komunikasi, sehingga pemberitaan juga jadi sering bernada miring.

Menyadari situasi pemberitaan di Nunukan yang menjadi wilayah perbatasan negara itu sangat penting, jajaran forum daerah yang dulu disebut Muspida menginisiasi agar gagasan itu diupdate kembali.

Setelah melalui dialog dengan kalangan pers, akhirnya, coffe morning bisa digelar 13 Desember 2013. Ada Kapolres Nunukan AKBP Robert Silindur Pangaribuan SIK, Dandim 0911 Nunukan Letkol Inf Futra, Danlanal  Letkol Laut (P) I Bayu Trikuncoro dan Dansatgas Pamtas 407/PK Letkol Inf Ari Aryanto.

Judulnya saja coffe morning. Tapi obrolannya bukan seperti di warung kopi atau kafe, melainkan di Makodim 0911. Kapores Robert Silindur mengakui budaya bertemu dengan pers peru, untuk meluruskan berita-berita yang kurang tepat, sekaligus bertukar informasi agar lebih baik ke depannya.

Masalah listrik di Kabupaten Nunukan menjadi topik yang paling banyak disoroti. Maklum saja, rumah para petinggi instansi ini juga termasuk yang selalu terkena byar pet. Kemudian masalah pembangunan menghadapi 2014 dan peranan aparat keamanan. Apalagi Nunukan adalah pintu gerbang keluar masuk arus manusia dan barang dari Malaysia.

Kapolres Robert mengatakan, diadakannya coffe morning bukan bermaksud menghalangi kerja wartawan dengan idealismenya. “Silakan bekerja dengan tupoksi masing-masing. Kalau ada miss komunikasi, kita perbaiki,” ujarnya.

Kalau ada oknum polisi melakukan pelanggaran tindak pidana, kata Kapolres, para wartawan silakan langsung telepon ke dia. “Kalau ada oknum Polri melanggar hukum, pasti kita proses hukum. Saya tidak mau melindungi orang yang melanggar hukum,” kata Kapolres. Termasuk dalam urusan anggota Polri yang menggunakan narkoba.

Masalah kayu hasil hutan juga menjadi bahan perbincangan pada acara coffe morning itu. Masalahnya pemerintah memerlukan kayu untuk membangun sejumlah kantor, namun itu mendorong masyarakat berbuat menebang kayu secara illegal.

Danlanal mengatakan, tidak ada niat dari aparat keamanan untuk membuat susah masyarakat. Semua usaha kehutanan ada yang mengatur seperti di Dinas Kehutanan. Hal yang terpenting saat ini adalah kayu tidak dibawa keluar daerah. Kalau untuk kepentingan sendiri, asalkan disertai dengan izin yang berlaku, tidak akan ditangkap.

Persoalan lain yang terangkat di forum itu menyangkut BBM (bahan bakar minyak). Kondisinya sudah sangat memprihatinkan, karena mengalami kelangkaan. Ada yang menyampaikan ditemukan ada oknum aparat yang membawa dumtruck untuk memborong BBM di AMPS. Menurut info, oknum aparat itu selalu menjual nama ‘komandan’ mereka, bahwa BBM untuk operasional tugas-tugas mereka. #Yusuf Palimbongan

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed