by

Korban eks Tambang Jadi 33, Ihwan Datu Adam Ingin Dana Reklamasi Dikelola Daerah

SAMARINDA, beritakaltara.com- Jatuhnya korban nyawa di lubang eks tambang batu bara tak juga menjadi perhatian pemerintah, meski sudah memakan 33 nyawa melayang. Terbaru, adalah seorang remaja putri, Rizki Nur Aulia.

Remaja berusia 14 tahun yang dikenali duduk di sekolah SMP kelas 2 itu ditemukan meninggal dunia setelah jatuh di lubang eks galian tambang batu bara yang terletak di Desa Bunga Jadi, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Catatan kami, ini korban ke-33,” ucap Pradarma Rupang, Dinamisator Jaringan Tambang (Jatam) Kaltim kepada Wartawan. Kejadian terakhir pada hari Minggu, 21 April 2019, lalu.

Berjatuhannya korban jiwa di eks galian tambang batu bara diakui menjadi keprihatinan Komisi VII DPR RI. Menurut Ihwan Datu Adam, anggota Komisi VII DPR RI, persoalan ini sudah diangkat para legislator di Senayan.

“Kita semua prihatin. Kita cari solusi. Misalnya untuk penutupan lubang eks galian tambang. Ini kan ada dana reklamasi yang disetor oleh perusahaan-perusahaan tambang batu bara. Nah, uang itu ternyata tidak bisa dicairkan karena di dalam rekening bersama pemerintah pusat,” kata Ihwan Datu Adam di laman beritakaltim.co, baru-baru ini.

Menurutnya, sudah ada Panja (Panitia Kerja) tambang di Komisi VII DPR RI. Salah satunya mengurai persoalan pertambangan, termasuk lubang tambang yang begitu banyak memakan korban jiwa.

“Saya melihat kok ribet betul soal menutup lubang tambang ini. Makanya, nanti saya usulkan dana rekalamasi yang tersimpang di bank dan dikuasai pemerintah pusat itu sebaiknya dialihkan ke daerah saja. Besar sekali itu jumlahnya. Saya mau usulkan jadi dana abadi pertambangan daerah saja. Biar nanti orang daerah bertindak mengurus eks lubang galian tambang yang tidak diuruk kembali,” ujar Ihwan.

Merealisasi usulannya itu dia Bersama Komisi VII DPR RI yang membidangi ESDM, Kehutanan dan Lingkungan Hidup akan memanggil perusahaan-perusahaan batu bara. Bersama pemangku kepentingan lainnya, termasuk pemerintah daerah.

“Kita tidak ingin korban nyawa bertambah terus. Ini harus dihentikan,” ujar wakil rakyat dari Partai Demokrat ini. #le

Print Friendly

Comments

comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed