oleh

Ketika Wartawan Borneo Bermalam Minggu di Kota Kinabalu

makan malam di waterfrontMalam semangkin larut malam. Tapi jalanan Waterfront Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia masih begitu ramai. Sepeda motor dan ratusan mobil terparkir rapi di sepanjang tepi kawasan tepi laut itu.

Sabtu malam (10/10/2015) anak-anak muda terlihat bercengkrama di meja-meja makan. Ada yang menyantap makanan khas seafood, ada pula yang menikmati shisha. Rupanya menghisap shisha telah menjadi gaya hidup  anak-anak muda di Kota Kinabalu. Fenomena yang sama dengan trend yang terjadi di Indonesia.

Tapi, baiklah. Saya tak membahas trend shisha yang disebut-sebut disebuah artikel lebih berbahaya bagi kesehatan dari pada rokok. Atau adanya fatwa para ulama untuk melarangnya.

Di sebelah ujung, sekumpulan wartawan pun asyik bercengkrama. Setelah menyantap hidungan ikan laut segar dalam masakan bakar, asam manis dan goreng, para jurnalis dari Indonesia dan Malaysia terlibat sejumlah diskusi dengan bermacam isu.

Sejumlah peristiwa besar mengemuka. Mulai soal politik, soal perbatasan atau sempadan, soal media massa dua negara bertetangga, asap , sampai cerita tentang pengalaman masing-masing ketika meliput berita disebuah negara.
Terasa sekali ada kerinduan para jurnalis kedua negara untuk menyatukan persepsi. Agar berita-berita yang disajikan media di masing-masing negara tidak bermuatan kebencian dan provokasi. Justru mencari jalan agar hubungan kedua negara kian harmonis.

“Tak semua persoalan bisa ditangani pemerintah. Kita para jurnalis pun perlu membantu apa yang dapat kita lakukan,” ujar Mohamad Nasir, Editor Isu Khas dan Features Bernama.

Mohamad Nasir adalah tuan rumah pertemuan wartawan se-Borneo. Pesertanya berasal dari seluruh wartawan yang bertugas di Pulau Kalimantan. Sejak 6 tahun lalu sudah ada organisasi para wartawan di perbatasan bernama Ikatan Setiakawan Wartawan Malaysia Indonesia atau disingkat menjadi  ISWAMI.

“Tahun ini kita mengadakan dialog perbatasan. Kita undang teman-teman jurnalis yang bertugas di kawasan perbatasan Kalimantan,” ucap Mohamad Nasir.

Dari Kalimantan Utara hadir Dt Iskandar Zukarnaen (Antara) dan Joy (Radar Tarakan). Dari Kaltim selain Charles Siahaan (beritakaltara.com), ada juga Wiwie Mahendra (Viva Borneo) dan Uways Alqadrie (Kaltim Post). Dari Kalbar Andri Januardi (Pontianak Post) dan Teguh Imam Wibowo (Antara).

Suasana makan malam jadi begitu meriah. Karena diselingi oleh joke-joke segar. Sampai waktu menunjukkan pukul 23.00, rombongan para jurnalis akhirnya memutuskan kembali ke The Klagan Regency, tempat penginapan. Sesuai jadwal panitia, pada hari Minggu (11/10/2015) rombongan para jurnalis diajak melihat keramahan Gunung Kinabalu. #charlessiahaan

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed