oleh

Kejari Malinau Baru Dengar Kasus Proyek Pertanian

kajari malinau abdullah noer denyMALINAU, BERITAKALTARA- Sepanjang tahun 2013, Kejaksaan Negeri Malinau hanya punya dua kasus dugaan korupsi yang sedang diproses. Satu kasus sedang disidangkan menyangkut BOSDA yang dilimpahkan dari Polres dan satu lagi dugaan korupsi DAK (Dana Alokasi Khusus).

Satu kasus lagi, menyangkut dugaan korupsi pada proyek optimalisasi lahan pertanian senilai Rp3,6 miliar di Desa Pulau Betung, Kecamatan Malinau Hulu, tidak tercatat sama sekali apakah ada yang mengadukannya.

Kepala Kejaksaan Negeri Malinau Abdullah Noer Deny melalui telepon kepada BERITAKALTARA.COM mengatakan kalau sampai akhir tahun 2013 tidak ada laporan masyarakat mengenai kasus itu.

“Kapan laporan itu diserahkan kepada kami, saya sudah cek sama bawahan tidak ada laporan warga yang masuk terkait dugaan korupsi proyek optimalisasi lahan pertanian tahun anggaran 2012,” terang Deny.

Pernyataan itu berbeda dengan pernyataan Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Pulau Betung, Badarudin, yang menyatakan kasus optimalisasi lahan di desa mereka sudah dilaporkan kepada kejaksaan.

Kata Kajari Malinau, sejauh ini pihaknya sama sekali belum ada menerima laporan secara resmi baik dari kelompok tani, LSM maupun aparat kantor desa. Namun ia mengakui sudah lama mendengar adanya permasalahan proyek optimalisasi lahan pertanian itu.

Walau sebatas mendengar, ia mengaku tidak mau gegabah melakukan penyelidikan, apalagi pemanggilan kepada pihak -pihak yang bertanggungjawab dalam proyek tersebut. Selain laporannya memang belum ada masuk di Kejari, ia juga kuatir kalau informasi yang ia dengar selama ini tidak benar. “Kan bisa jadi fitnah,” ucap Deny.

Adanya tudingan masyarakat kalau Kajari Malinau lambat, bahkan tidak menanggapi kasus itu, Deny berkali-kali mengatakan memang belum ada data yang masuk ke lembaganya.

Rilis dari Kejari Malinau yang disampaikan Kasi Pidana Umum Sabar Evrianto Batubara SH di media massa menyebutkan, selama tahun 2013 instansi penegak hukum itu menangani sebanyak 186 kasus pidana umum dan 2 kasus pidana korupsi.

Kejari Malinau sudah menyidangkan 173 kasus dan sudah diputus, sedangkan sisanya masih menjalani proses persidangan.

Di Malinau didominasi kasus pencurian (24 perkara), narkotika dan miras (16), asusila serta perlindungan anak (7).

Kasus lain penadahan BBM illegal sebanyak 10 perkara, penganiayaan masing-masing 9 perkara, judi 3 perkara dan pembunuhan sebanyak 2 perkara. Kemudian pengrusakan, pencemaran nama baik, KDRT, dan pelanggaran UU konservasi 1 perkara.#

 

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed