oleh

Kayu Lokal untuk Solusi Penanganan Tanah Lunak

ABADIKAN MOMEN : Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kaltara, Suheriyatna melakukan foto bersama dosen penguji usai melakukan ujian promosi gelar doktor di Makassar, kemarin (18/1).
ABADIKAN MOMEN : Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kaltara, Suheriyatna melakukan foto bersama dosen penguji usai melakukan ujian promosi gelar doktor di Makassar, kemarin (18/1).

MAKASSAR, BERITAKALTARA.com – Lewat disertasinya yang berjudul Uji Model Skala Penuh Perkuatan Tanah pada Deposisi Tanah Lunak dengan Cerucuk Miring, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPU-TR) Kalimantan Utara (Kaltara) Suheriyatna berhasil meyakinkan para penguji dan dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan dalam Ujian Promosi Doktor Teknik pada Program Studi Teknik Sipil, Universitas Hasanuddin di Kampus Unhas, Makasar, Senin (18/1/2016).

Diharapkan hasil penelitian ini mampu diterapkan di lapangan sehingga pembangunan infrastruktur di wilayah Kaltara, dapat dilakukan berkelanjutan tanpa harus khawatir oleh kondisi alam berupa tanah rawa. Dengan material ramah lingkungan dengan hasil optimal karena mampu dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai pengguna jalan dalam jangka waktu yang lama.

Dalam ujian promosi tersebut hadir Pj Gubernur Kaltara beserta istri, Sekprov Kaltara Drs Badrun MSi, Asisten Administrasi Dr Suriansyah serta beberapa kepala SKPD di lingkup kerja Pemprov Kaltara. Selain itu hadir pula Dr H Irianto Lambrie sebagai salah satu penguji eksternal.

Dalam paparannya, Suheriyatna menjelaskan lokasi penelitian dilaksanakan pada ruas Jalan Balikpapan-Samarinda. Penelitian dilatarbelakangi oleh keterbatasan material konstruksi untuk pelaksanaan pembangunan jalan sehingga harus didatangkan dari luar Pulau Kalimantan. Terlebih kondisi geografis yang sebagian perbukitan dan pegunungan sehingga akses menuju lokasi pekerjaan menjadi sulit dalam memobilisasi peralatan dan material.

“Karenanya dipandang perlu pemanfaatan material lokal yang ada di Kalimantan untuk bahan perkuatan pada tanah lunak. Akhirnya tercetus ide untuk melakukan penelitian tumbuhan galam yang jumlahnya melimpah di Kalimantan. Selain itu tumbuhan tersebut berumur panjang pada saat ditenggelamkan pada tanah rawa,” jelas Suheriyatna.

Dari hasil penelitian di lapangan dan laboratorium menunjukkan cerucuk galam dengan kemiringan 15 derajat sangat ideal dalam pelaksanaan instalasi konstruksi. Material kayu galam merupakan solusi alternatif bahan perkuatan yang efektif mereduksi penurunan pada konstruksi skala penuh di atas tanah lunak-rawa.

Dengan demikian keberadaan kayu galam diharapkan menjadi solusi alternative terhadap ketergantungan material dari luar Kalimantan dan memberikan dampak positif bagi perkembangan perekonomian masyarakat.

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed