oleh

Junaidi : Pendidikan itu Mutlak

NUNUKAN, beritakaltara.com- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Nunukan, Junaidi SH mengatakan, pendidikan merupakan kebutuhan  mutlak bagi manusia, sejak lahir hingga usia senja, Pendidikan itu tidak akan pernah habis.

Melalui momentum Hari Pendidikan Nasional di Kabupaten Nunukan, Junaidi berpesan kepada seluruh guru baik ASN (Aparatur Sipil Negara) maupun non ASN, agar tetap bersemangat dalam pengabdian, mendidik generasi bangsa di Kabupaten Nunukan yang berada di wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia. Menurutnya, meningkatnya pembangunan di suatu negara tergantung dari kualitas pendidikan suatu bangsa.

“Sepanjang negara ini berdiri kokoh dan manusia di dunia ini masih melangsungkan kehidupan, maka pendidikan itu tetap berkelanjutan dan takkan pernah habis, karena sejak di dalam kandungan hingga usia senja pendidikan itu tetap harus ada,” kata mantan Camat Sebatik ini, Jumat (3/5/19) di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Nunukan.

Junaidi menghimbau kepada elemen yang  terkait, bahwa Pendidikan bukan serta merta tanggungjawab pemerintah, namun merupakan tanggungjawab bersama yang bertujuan sesuai dengan Undang-undang 1945, yaitu, mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kami menghimbau kepada semua pihak baik guru orangtua murid maupun siswa, pendidikan itu bukan serta merta tanggungjawab pemerintah tetapi tanggungjawab kita semua elemen masyarakat dan lembaga pendidikan, karena di undang-undang dasar itu sudah tertuang bahwa harus mencerdaskan kehidupan bangsa. Itu amanah pendiri republik Indonesia,” imbaunya.

Menurutnya, generasi pendidik harus menentukan arah pendidikan itu, sesuai dengan peraturan dan perundang undangan yang berlaku. Karena itu pemerintah daerah perlu meningkatkan sumber daya manusia tenaga pendidik seiring dengan peningkatan pembangunan infrastruktur pendidikan.

“Peraturan Pemerintah nomor 2  tahun 2018, menyebutkan bahwa semua pemerintah kabupaten/kota dan jajarannya harus memperhatikan standar pelayanan minimal, salah satunya adalah memperhatikan dan mendukung kegiatan kegiatan dasar khususnya Paud, TK, SD dan SMP,” terang Junaidi.

Saat ini Pemerintah Daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melakukan pendataan terhadap tenaga pendidik yang belum teregistrasi dalam sistem data pokok Pendidikan. Menurut mantan Kepala Bagian Hukum dan Perundang-undangan Sekretariat DPRD Nunukan ini, hal tersebut perlu, agar semua guru honorer bisa mendapatkan Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) sebagai identitas resmi dalam beragam program kegiatan yang terkait dengan pendidikan dalam rangka meningkat mutu guru dan tenaga pendidik.

“Kita menghargai dan peduli  terhadap tenaga pendidikan, dengan adanya pendataan ini mereka akan masuk dalam sistim depodik, yang nantinya, selain ASN maupun non ASN, jika keselurahan telah teregistrasi, tentunya akan diberikan tunjangan, baik tenaga pendidik di tingkat pusat, provinsi maupun kabupaten,” ungkapnya. #fik

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed