oleh

Jaksa belum Tangani Dugaan Kasus Korupsi Proyek Jalan Loakulu Kukar

kajati abdoel kadirunSAMARINDA, BERITAKALTARA.com- Masih ingat kasus dugaan korupsi pada proyek jalan Jongkang Loa Kulu Kutai Kartanegara menuju Jalan Jakarta Samarinda? Walau diduga ada unsur kemahalan, yakni senilai Rp261 miliar untuk membangun jalan cor sepanjang 7 kilometer, tapi jaksa belum juga tergerak untuk menyelidikinya.

Padahal, kasus proyek tersebut termasuk mengundang perhatian publik. Bayangkan, harga proyek jalan cor semen itu adalah Rp37,2 miliar per kilometer atau sekitar Rp37,2 juta per Meter.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur Abdoel Kadirun kepada beritakaltim.com di ruang kerjanya, beberapa waktu lalu mengakui, masalah itu belum termasuk yang ditangani pihak Kejaksaan Negeri Tenggarong maupun Kejati Kaltim. Sejauh ini pihaknya baru sekedar mendapat info dari pemberitaan media, namun belum ada yang melaporkan secara resmi.

“Belum ada datanya. Belum ada yang mengadukan,” ujar Kajati Abdoel Kadirun yang saat wawancara didampingi Wakajati Yusuf SH.

Proyek dengan HPS (Harga Perkiraan Sendiri) sebesar Rp261,1 Miliar lebih itu tendernya dimenangkan PT Karyatama Nagasari dengan harga penawaran Rp252,9 Miliar. Perusahaan ini berada di nomor urut ketiga dari 4 yang dinyatakan lulus prakualifikasi. Urutannya adalah PT Bangun Cipta Contractor, PT Yasin Effrin Jaya, PT Karyatama Nagasari dan PT Citra Gading Asritama.

Dalam berkas disebutkan, proyek jalan tersebut dikerjakan dalam tahun jamak mulai 2013, 2014 dan berakhir pada 2015. Namun sampai 30 Desember 2015, kondisi jalan yang dikerjakan baru sekitar 7 kilometer. Realisasi pengerjaan jalan bercor beton itu juga belum tuntas, jauh dari penyelesaian 100 persen.

Tidak ada papan informasi tentang pekerjaan proyek jalan tersebut sebagaimana lazim sebuah proyek. Tidak ada juga pekerja dan mobiliasi peralatan yang menandakan masih ada kegiatan proyek.

Pihak perusahaan PT Karyatama Nagasari mengakui tidak bisa menyelesaikan pekerjaan hingga 100 persen sampai akhir tahun 2015 lalu. Menurut David yang mengakui sebagai salah seorang pengendali perusahaan atas proyek tersebut, pihaknya sudah berusaha maksimal menyelesaikan pekerjaan, tapi karena lahan-lahan di sisi kiri dan kanan jalan belum dibebaskan pihaknya terhalang.

“Kita ingin menyelesaikan proyek itu, tapi masyarakat tidak kasih itu lahan karena belum dibebaskan pemerintah. Jadi, ya yang bisa kita kerjakan saja diselesaikan,” kata David.

PT Karyatama Nagasari merupakan perusahaan yang cukup dikenal yang berkantor di Kabupaten Berau. Perusahaan sering mendapat pekerjaan proyek besar di Kaltim dan Kaltara. Perusahaan ini disebut-sebut satu kendali dengan PT Yasin Effrin Jaya yang merupakan perusahaan warisan dari almarhum ayak David.
Tentang lahan yang belum ada ganti rugi, diakui salah seorang warga, Hery Susilo. Dia mengatakan masih banyak warga yang menunggu ganti rugi. Selama ini, kata Hery, warga berurusan dengan pihak perusahaan dalam hal ganti rugi tersebut.

“Setahu saya tanah-tanah kami akan digantirugi oleh perusahaan,” ujar Hery Susilo kepada beritakaltim.com yang mendatangi lokasi proyek jalan itu.

Hery menceritakan pada tahun 2013 lalu sudah ada jalan yang tidak begitu lebar yang diklaim sebagai jalan peninggalan “Kerajaan” Kutai Kartanegara. Ketika itu perusahaan menimbun jalan kecil yang sudah ada dan memberikan taliasih atas tanam tumbuh yang ada di situ. Tali asih diberikan sebesar Rp7 ribu per meter persegi.

“Tapi sekarang jalan itu disemenisasi. Tanah saya ada masuk menjadi jalan itu seluas 14 meter kali 12 meter,” ujar Hery.

Dalam beberapa kali pertemuan, sudah ada kesepakatan tentang ganti rugi. Namun, belum ada kesepakatan tentang berapa harga ganti rugi tanahnya.

Selain Hery, setidaknya ada dua rumah lain bertahan berada di tengah proyek jalan yang sudah dibangun. “Saya kecewa Pak. Kalau tidak dibayar saya mau tanah saya dikembalikan. Saya minta dibongkar saja yang sudah jadi jalan,” cerita Hery.#le

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed