oleh

Gubernur Prihatin Pembangunan PLTU Terbengkalai-Usulkan ke Dirut PLN untuk Dilakukan Audit

TERBENGKALAI: PLTU di Desa Gunung Seriang, Tanjung Selor, ini akan dilaporkan Gubernur Dr H Irianto Lambrie ke Dirut PLN.
TERBENGKALAI: PLTU di Desa Gunung Seriang, Tanjung Selor, ini akan dilaporkan Gubernur Dr H Irianto Lambrie ke Dirut PLN.

TANJUNG SELOR, BERITAKALTARA.com – Pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) 2×7 mega watt (MW) di Desa Gunung Seriang, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, yang tak menunjukkan progres signifikan, hingga tahun ini, sangat disayangkan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie.

Gubernur yakin pembangunan PLTU yang menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), itu investasinya sangat besar. Paling tidak, diperkirakan telah menelan anggaran puluhan miliar rupiah untuk pengadaan lahan dan konstruksi. Karena itulah dirinya merasa sangat prihatin jika pembangunan PLTU di Desa Gunung Seriang terbengkalai.

“Seharusnya (PLTU, Red) ini sudah bisa dinikmati masyarakat,” ujarnya ketika meninjau ke lokasi pembangunan PLTU, Sabtu (5/3/2016) lalu.

Berdasarkan informasi, pembangunan PLTU dilakukan PT Adhi Karya Tbk, salah satu badan usaha milik negara (BUMN). Proyek tersebut dimulai pada 2011 lalu. Saat ini, konstruksi bangunan tempat pembangkit maupun boiler yang menggunakan rangka baja sudah berdiri. Namun, tak ada aktivitas yang terlihat.

“Saya akan mendesak (PLTU, Red) harus segera diselesaikan,” kata Irianto.

Rencananya, Gubernur akan menemui Direktur Utama (Dirut) PT PLN Sofyan Basir. Terbengkalainya pembangunan PLTU di Desa Gunung Seriang, kata Irianto, menjadi salah satu topik yang akan dibahas pada pertemuan nanti.

“Kita ingin tahu apa permasalahannya,” ungkap Irianto.

“Kalau nanti diperlukan intervensi dari pemerintah daerah dalam bentuk kebijakan atau pembiayaan, kita pertimbangkan apa yang harus kita lakukan,” tambahnya.

Dengan begitu, lanjut Gubernur, aset yang sudah dibangun bisa segera dimanfaatkan. Karena kalau dibiarkan terbengkalai bertahun-tahun, dan tidak dimanfaatkan, Gubernur menilai sama halnya membuang-buang anggaran.

Ia juga akan mengusulkan dilakukan audit terhadap pembangunan PLTU di Desa Gunung Seriang tersebut. Sebab, kata Gubernur, pembangunan PLTU tersebut menggunakan uang negara, meski, dilakukan oleh anak perusahaan BUMN.

Setelah diaudit dan ada rencana dilimpahkan ke perusahaan lain atau dijual, lalu pembangunan dilanjutkan dan dianggap menguntungkan, kata Gubernur, itu sangat bagus dan salah satu solusi.

“Atau nanti kalau kita bentuk perusda (perusahaan daerah) kelistrikan dan dihibah ke kita, bisa kita lanjutkan dengan APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah). Itu kan tinggal dilanjutkan aja. Tinggal datangkan mesinnya,” ujarnya.

Yang paling penting menurut Gubernur adalah pabrik setrum berkapasitas 2×7 MW itu bisa segera beroperasi dan dinikmati masyarakat banyak. Apalagi, saat ini, pembangunan di Tanjung Selor yang juga merupakan ibu kota Provinsi Kaltara mulai menggeliat.

Ke depannya, Gubernur yakin kebutuhan listrik di Tanjung Selor dan sekitarnya semakin meningkat. Tak hanya untuk perkantoran pemerintahan, juga untuk investasi-investasi di sektor lain seperti perhotelan, termasuk kota baru mandiri yang akan diwujudkan pembangunannya mulai 2017 mendatang.

“Intinya bisa langsung bermanfaat untuk masyarakat. Jadi, nanti kita minta kepastian dilanjutkan apa nggak,” ujar Irianto.

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed