oleh

Gubernur Kaltara, Respon Positif PLTU 2×7,5 MW dari PKN

tiny_20160303044410JAKARTA, BERITAKALTARA.COM – Keinginan PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 2×7,5 megawatt (MW), direspon positif oleh Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie. Pernyataan tersebut diutarakan Irianto usai bertemu dengan Presiden Direktur  PT PKN Jeffrey Mulyono dan jajarannya di Hotel Arya Duta Jakarta, kemarin (3/2/2016).

“Kita merespon positif tawaran dari PT PKN yang sudah membangun PLTU di tambang ini untuk bisa dialihkan kepada kepentingan masyarakat di Kaltara, khususnya di Kabupaten Bulungan,” ujar Irianto.

PT PKN telah membangun PLTU berkapasitas 7,5 MW. Daya yang digunakan perusahaan tersebut hanya 4,5 MW. Sisanya, rencananya akan dijual PKN ke PT PLN untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat Bulungan, khususnya masyarakat Tanjung Selor. Kepada Irianto, Direktur PT PKN Jeffrey Mulyono menargetkan dalam 2 tahun akan selesai

Selain itu, Irianto mengatakan, sisa listrik dari pembangkit PKN bisa dimanfaatkan untuk penambahan daya di kantor Pemprov Kaltara. Karena, Pemprov Kaltara telah membangun tiga gedung perkantoran, yang dua di antaranya dalam proses finishing.

“Nah, dengan adanya 2 MW ini, pemerintah provinsi akan berkoordinasi ke PLN untuk daya listrik menuju ke perkantoran berapa dan ke masyarakat berapa,” ujar Irianto

Terkait dengan hal ini, Pemprov Kaltara akan menindaklanjuti sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan akan mendiskusikannya dengan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) jika syarat dan ketentuan perundang-undangan sudah dipenuhi.

“Dalam waktu dekat kita akan adakan pertemuan dengan pimpinan utama PT PLN,” kata Irianto.

Sebelum rencana ini diputuskan, lanjut Irianto, Pemprov Kaltara akan membentuk tim kecil, dengan melibatkan tenaga ahli bidang kelistrikan untuk melakukan verifikasi peninjauan lokasi. Kemudian, kelayakan dari pembangkit listrik bisa dialihkan menjadi IPP (Independent Power Producer).

“Dan ini tentunya dapat dimanfaatkan oleh PT PLN menyuplai listrik kepada kebutuhan masyarakat. Ke depannya, apabila berjalan dengan baik sesuai kontrak selama satu tahun, PKN berencana menambah satu pembangkit berkapasitas sama, yakni 7,5 MW. Rencananya itu akan dijual kembali ke pihak PT PLN, kalau memang PLN siap menerima, PKN akan membangun,” ungkapnya.

Tidak terhadap PT PKN saja, Irianto menganggap rencana ini sebagai peluang bagi pelaku usaha lainnya. “Siapa pun pelaku usaha yang siap dan konkrit melakukan langkah dalam pembangkit listrik untuk kebutuhan masyarakat, akan kita dukung penuh,” jelasnya.

Irianto akan memprioritaskan pemegang tambang batu bara yang ada di Kaltara. Apalagi, PT PKN sudah lama beroperasi di Kalimantan Timur (Kaltim) dan di Kaltara khususnya. Perusahan PT PKN menurutnya berpengalaman dalam membangun PLTU, sebagai contohnya PLTU di Berau Kaltim.

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed