oleh

Dampak Penambangan Pasir Laut di Selayar Terus Berlangsung

kelapa pohon tumbangKEPULAUAN SELAYAR, BERITAKALTARA.COM- Penambangan pasir pantai yang berlangsung pada sejumlah titik lokasi di Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi-Selatan mulai berdampak negatif merusak lingkugan pesisir di daerah yang dikenal dengan panorama alam nyiur melambainya itu.

Satu persatu pohon nyiur melambai yang dulunya menjulang tinggi ke angkasa, kini mulai tumbang dan terseret arus gelombang pasang musim barat sebagai dampak buruk dari kegiatan penambangan pasir laut yang sekaligus telah menjadi pemicu terjadinya  abrasi dan pengikisan pasir pantai.

Kondisi memiriskan ini diperkuat dengan fakta kembali tumbang dan terseretnya pohon, beserta ratusan buah kelapa milik warga yang terlihat mulai didamparkan gelombang laut di sisi sebelah selatan jembatan Delta Bua-Bua, Kelurahan Benteng Utara, Kecamatan Benteng.

Menanggapi kejadian memprihatinkan ini, salah seorang aktivis pemerhati lingkungan hidup yang enggan disebutkan identitasnya, turut angkat bicara sekaitan dengan masih terus berlangsungnya akivitas penambangan pasir pantai di Kab. Kepulauan Selayar.

Dia berasumsi, dalam sepuluh tahun kedepan, nyiur melambai di Kabupaten Kepulauan Selayar hanya akan tinggal menyisakan nama dan kenangan belaka, terutama disaat pohon kelapa mulai punah, akibat terjadinya pengikisan pantai sebagai dampak dari kian maraknya aktivitas penambangan pasir pantai.

Dalam waktu bersamaan, Kabupaten Kepulauan Selayar akan kehilangan nyiur melambai sebagai salah satu ikon andalannya. Secara terpisah, Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP. Moh. Hidayat B, SH.SIK.MH yang menerima laporan kejadian melalui pesan singkat (SMS) short massage service, seakan tak mampu untuk berkomentar panjang, selain mengucap kalimat, “Astagfirulloh” dan mengistruksikan jajarannya untuk segera mengabadikan kejadian tersebut. 

Terkait kejadian ini sejumlah warga nelayan mulai dibuat resah dengan terus terjadinya pembiaran kegiatan penambangan pasir pantai. Mereka khawatir,  penambangan pasir pantai akan berefek negatif pada terjadinya kerusakan kehidupan alam bawah laut terutama dengan menghilangnya biota ikan, hewan laut dari habitat kehidupan awalnya.

Hingga dengan sendirinya, hal menjadi pemicu dari merosot tajamnya pendapatan warga nelayan pesisir. Saat ini saja, pendapatan nelayan lokal mulai merosot tajam hingga dengan angka delapan puluh persen. 

Bahkan yang sebelumnya warga nelayan masih dapat dengan mudahhnya memperoleh hasil tangkapan sampai lima kilogram perhari, kini mulai merosot turun jauh dari angka lima kilogram.

Keresahan ini mulai sangat dirasakan nelayan mengingat lokasi penambangan pasir laut yang terletak tidak berjauhan dengan daerah penangkapan ikan para warga nelayan, termasuk lahan garapan para nelayan kecil pencari kepiting rajungan.

Tim investigasi media massa yang mendengar informasi dimaksud, ikut dibuat geram dan langsung melakukan kegiatan investigasi lapangan untuk mengungkap pelaku penambangan pasir pantai yang berlokasi di kawasan konservasi kampung penyu.

Penelusuran investigasi yang dilakukan wartawan di lapangan ternyata tidak berjalan sia-sia, menyusul terungkapnya sejumlah fakta baru terkait dengan aktivitas penambangan pasir pantai di Dusun Tulang berhasil diungkap ke permukaaan.

Salah satu diantaranya, pengungkapan fakta pertemuan sosialisasi izin yang digelar Pemerintah Desa Barugaia dengan menghadirkan Arham Jaya yang diduga kuat merupakan pelaku penambangan pasir pantai di Dusun Tulang. Kendati demikian, Arham sempat mengelak saat disebut-sebut sebagai pengelolah dan penambang pasir pantai. (fadly syarif)  

 

Keterangan Gambar : 1. Salah satu Pohon Kelapa Milik Warga Yang Terseret Arus Gelombang Pantai Akibat dari santernya Aktivitas Penambangan Pasir Pantai

 

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed