oleh

Bupati Tana Tidung Menyesal Gabung dengan Kaltara

TARAKAN, BERITAKALTARA.com- Bupati Tana Tidung Undunsyah terang-terangan mengutarakan penyesalan daerahnya bergabung undunsyah dengan para bupati di utara2dengan provinsi baru Kalimantan Utara. Masalah utamanya adalah anggaran yang diterima daerah itu merosot sampai 50 persen.

Penyesalan itu diutarakan dalam Rapat Kerja Bupati-Wali Kota dengan Pj Gubernur Kaltara Irianto Lambrie di Hotel Tarakan Plaza, pekan lalu (21/2/2014). Hadir juga sejumlah pejabat tinggi mewakili pemerintah pusat dari Kemendagri, KemenPAN, Lembaga Administrasi Negara dan BKN (Badan Kepegawaian Negara).

Bupati Undunsyah mengatakan, Kabupaten Tana Tidung tidak bisa disamakan dengan kabupaten dan kota lain di Kaltara, karena daerah itu belum genap lima tahun menjadi DOB (Daerah Otonomi Baru). Sebelumnya daerah itu adalah berstatus salah satu kecamatan di Kabupaten Bulungan dan Undunsyah adalah bupati pertama.

Menurutnya, sebagai DOB daerahnya membutuhkan anggaran untuk membangun banyak hal. Selain perkantoran untuk kegiatan pemerintahan, juga fasilitas publik. “Sekarang dari hasil pajak kami menerima 50 persen saja dari semasa bergabung dengan provinsi Kaltim. Belum lagi adanya kewajiban pemkab membantu pemprov Kaltara karena belum maksimal mendapat anggaran,” tutur Undunsyah.

Selain menyinggung penyesalan berpisah dari Kaltim, Undunsyah juga mengutarakan persoalan daerahnya yang 70 persen adalah kawasan kehutanan. Selain PT Inhutani ada perusahaan besar lain milik pengusaha Moerdaya Poo.

Karena tanahnya berstatus kehutanan, tiap kali pemerintah berniat membangun daerah di kawasan tertentu sering kali berbenturan dengan kawasan kehutanan dan akhirnya dibutuhkan waktu yang panjang untuk koordinasi dan surat menyurat agar izin pemanfaatan  lahan diterbitkan.

“Jadi, tolong kepada pemerintah pusat untuk memberi keleluasaan kepada Pemkab Tana Tidung untuk membangun daerah sendiri,” usul Undunsyah. #Yusuf Palimbongan

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed