oleh

Blanko e-KTP Kosong, Capil se-Kaltara Gunakan Surat Keterangan

e ktpTANJUNG SELOR, beritakaltara.com- Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi Kalimantan Utara, Sumaji mengungkapkan, hingga saat ini blanko pembuatan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP)  masih kosong. Menurutnya, kekosongan blanko e-KTP tidak hanya terjadi di Kaltara, melainkan di seluruh wilayah Indonesia.

“Kondisi ini membuat masyarakat yang belum miliki e-KTP mengeluh, khususnya bagi mereka yang hendak melakukan transaksi yang membutuhkan administrasi kependudukan, seperti transaksi perbankan, kepolisian (SIM dan STNK), pegadaian yang memang harus gunakan e-KTP,” ungkapnya.

Dijelaskannya,pemerintah pusat telah siapkan surat keterangan yang dapat digunakan selama blanko masih kosong.Untuk itu masyarakat yang memiliki keperluan mendesak untuk pelayanan yang menggunakan administrasi kependudukan tidak perlu khawatir. Surat keterangan yang diberikan oleh Disdukcapil Kabupaten maupun Disdukcapil Kota bisa digunakan untuk keperluan semua sektor.Apalagi ini sudah menjadi keputusan pemerintah pusat yang tertuang dalam surat edaran Kemendagri.

“sejumlah daerah alami hal yang sama,belum ada kepastian dari Dirjen Kependudukan Kementerian Dalam Negeri, kapan blanko e-KTP bisa diterima.Rencananya kemungkinan maret ini E-KTP baru akan dilelang oleh pemerintah pusat,warga jangan ngototuntuk memiliki e-KTP ini karena kondisinya memang seperti ini,”jelasnya.

Sumaji menegaskan pihak instansi yang bergerak di bidang pelayanan, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang melayani masyarakat wajib menerima surat keterangan sebagai pengganti sementara KTP elektronik.

“Kekosongan blanko e-KTP sudah terjadi sejak Desember 2016 lalu,kita berkomitmen jika blanko tersebut sudah tersedia provinsi yang akan langsung mengambil blanko dan membagikan kepada kabupaten kota di Kaltara.Untuk tahun 2015-2016 lalu,kabupaten dan kota yang langsung ambil ke pusat.Keputusan baru,provinsi yang akan mengambilnya. Jadi tidak ada lagi kabupaten kota yang ke pusat,” pungkasnya. #vic

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed