oleh

Di Tarakan Pernah Rusuh Gara-gara Listrik

udin hianggioTARAKAN, BERITAKALTARA.COM,—Peristiwa 6 Maret 2013 menjadi pengalaman pilu bagi warga Tarakan, PLN, pemerintah maupun aparat keamanan. Aksi demo krisis listrik malah berakhir rusuh.

Gara-garanya adalah program pemadaman listrik bergilir setiap hari. Warga hilang kesabaran karena situasi itu membuat kerugian seperti rusaknya alat elektronik, juga menghambat jam belajar para siswa.

Puncaknya 6 Maret 2013 sekitar pukul 09.00 Wita. Masyarakat menyuarakan sulitnya hidup di tengah krisis listrik melalui aksi demo yang dipusatkan di dua titik. Yakni gedung DPRD Kota Tarakan di Jalan Jenderal Sudirman, Kantor PLN, dan kantor walikota Kota Tarakan.

Pada pukul 08.45 wita Massa sampai di Kantor DPRD Kota Tarakan dan langsung melakukan orasi serta meminta anggota DPRD, Walikota Tarakan dan Direktur PLN untuk menemui massa pengujuk rasa.  Karena waktu itu hanya 8  anggota DPRD Kota Tarakan yang menemui, sedangkan Direktur PLN dan Walikota Tarakan tidak hadir, massa jadi marah.

Massa yang kecewa tidak langsung bubar. Malah menuju kantor PLN di Jalan Gunung Belah. Di situ massa merusak bangunan Kantor PLN. Semua kaca jendela pecah.

Massa menuntut, dikembalikannya TDL (Tarif dasar listrik) sesuai Perda 2003, dengan tidak menarik pajak retrebusi PJU (Penerangan jalan umum). Kemudian  PLN Tarakan harus memberikan konpensasi atas kerugian yang dialami konsumen sesuai aturan Perundangan Perda dan Perwali. Warga juga minta PLN tidak melakukan pemadaman bergilir lagi atau masyarakat mengancam tidak membayar listrik.

Di Tarakan, era Wali Kota Jusuf SK membuat loncatan soal listrik. Untuk menekan agar PLN tidak terlalu rugi besar dan bisa menjamin ketersediaan pasokan setrum, pemerintah menetapkan tarif dasar listrik (TDL) regional yang lebih mahal dari TDL nasional.

Warga di sana tidak marah dengan kenaikan tersebut, sebab masalah yang terpenting adalah pasokan listrik tidak byarpet lagi. Faktanya, setelah tarif regional itu berlaku beberapa tahun, masalah byarpet terjadi lagi.

Jusuf SK mengatakan penerapan tariff listrik regional berdampak positif terhadap keberlangsungan pasokan listrik. Sejak diberlakukan tahun 2001, PLN malah bisa membangun PLTG 2X6 MW dan kemudian investor dari Roll Royce juga bersedia membangun pemban gkit listrik. (les)

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed