by

Perjuangan Undunsyah untuk Listrik di KTT

undunsyahKTT, BERITAKALTARA.COM,—Kondisi mengenaskan kebutuhan listrik dialami oleh Kabupaten Tana Tidung (KTT). Sebagai daerah pemekaran, bupatinya harus kerja keras mengatasi soal setrum itu.

Bayangkan, di Kecamatan Tana Lia yang merupakan kawasan terjauh dari ibukota kabupaten, warganya hanya menikmati 6 jam aliran listrik. Setelah itu padam. Pemkab sudah berupaya membantu bahan bakar solar, namun menurut cerita, justru pihak PLN menolak dengan alasan tidak dibolehkan.

Di daerah ini, hitung-hitungan bisnis setrum listrik dipastikan tidak akan mengalami keuntungan. Karena daerahnya cukup besar dengan sebaran penduduk yang masih jarang, membuat PLN harus mengeluarkan biaya besar untuk membuat jaringan. Investasi yang dikeluarkan tidak setara dengan pendapatan.

“Perhitungan antara biaya operasional yang dikeluarkan tidak sesuai dengan jumlah penduduk atau pelanggan yang ada di kecamatan ini. Rugi,” kata Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben)Tana Tidung, Tajudin Noor.

Pemkab KTT juga tidak tinggal diam. Pada 2012 lalu saja, didatangkan dua mesin diesel pembangkit listrik berbahan bakar solar. Mesin yang dibeli itu masing-masing kapasitas 500 Kwh.

Mengatasi krisis listrik, Pemkab KTT juga merintis program Desa Mandiri Energi (DME). Salah satu caranya pembuatan biogas dari kotoran ternak dapat menghidupkan mesin genjset untuk menhasilkan listrik.

Pilot projeck DME difokuskan di desa Trans Kujau kecamatan Sesayap. Warga desa Trans Kujau ditargetkan dapat memanfaatkan kotoran sapi sebagai sumber energi listrik dan pupuk untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Masyarakat kecamatan lain, seperti di Kecamatan Sesayap Hilir, Kecamatan Sesayap dan beberapa desanya seperti Desa Tideng Pale, Tideng Pale Timur, Sedulun dan Sebidai telah menikmati layanan listrik.

Pemkab bersama PLN bahkan telah merintis jaringan PLN agar masyarakat di sana menikmati listrik selama 24 jam.

“Kami harap masyarakat bersabar, pemerintah akan berupaya memberikan pelayanan publik maksimal, termasuk listrik.” Kata Undunyah, suatu hari. Di daerah baru berpenduduk sekitar 30 ribu jiwa itu, menurut General Manajer PLN Cabang Kabupaten Berau, Susilo, jumlah pelanggan sekitar 1.650 pelanggan.(*)

Print Friendly

Comments

comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed