by

Tana Olen, Tanah Adat Masyarakat Desa Setulang

kawasan pemukiman long apung2Tana Olen merupakan hutan tanah adat masyarakat Desa Setulang, Memasuki hutan seluas 5.300 ha ini akan membuat hati langsung terpesona ketika menyusuri sungai dengan berketinting (naik perahu). Selama 1 jam menggunakan ketinting, mata akan disuguhi panorama untaian zamrud katulistiwa di kanan kiri sungai beserta kehidupan masyarakatnya. Air sungai yang jernih, udara yang segar menjadi kenikmatan tersendiri yang diciptakan oleh Sang Khalid. Setibanya di Laga Tana Olen (pondok istirahat) telah menanti kepul teh atau kopi dan kudapan untuk dinikmati.

Tak cukup sampai di situ, keindahan Hutan Tana Olen dapat dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak ditemani pohon meranti (Shorea sp) disekeliling jalan. Lebih melangkah lagi, hornbill view akan dicapai, disinilah point di mana burung Enggang sering muncul. Selain itu keberadaan pohon besar dengan hampir 1 Meter besaran kelilingnya dapat ditemui di kawasan ini. Keindahan Tana Olen belum berhenti sampai disitu, Puncak Mangkok yang merupakan puncak tertinggi di kawasan yang memperlihatkan bentangan alam hutan tropika bak permadani hijau, menjadi suguhan pemandangan menarik tersendiri.

Menyusuri setapak kita akan melihat keindahan Tenapan (air terjun) yang tertampung disebuah kolam renang alami. Kepenatan yang ada perlahan menghilang ketika tubuh menyatu dengan segarnya air dari hutan alami. Puas melepas penat di kesegaran kolam renang alami, menyusuri sungai Laga Tana Olen pun mendapat suguhan hutan hujan tropis. Suara binatang yang merdu menandakan kegembiraan hidup mereka di hutan yang terjaga baik.

Sesekali dapat pula dijumpai burung Raja Udang (King Fisher) bermain di atas air sungai untuk mencari makan. Tak jarang pula burung-burung itu hinggap di batang pohon. Malam hari di hutan ini pun tak kalah menarik, tak jarang binatang mendatangi  Laga Tana Olen untuk sekedar mencari sisa-sisa makanan atau berjalan saja.

Hangatnya api unggun menambah hangat suasana hutan tropis bersama dengan secangkir kopi atau penggugah selera. Guide yang mendampingi dapat pula menyediakan berbagai masakan tradisional yang diolah dari alam, seperti ikan sungai yang dimasak dengan bamboo dan bumbu daun. (*)

Print Friendly

Comments

comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed