oleh

Yuk! Ke Desa Wisata Setulang

tari gongMALINAU, BERITAKALTARA.COM,—Mau tahu tentang wisata di Kabupaten Malinau. Salah satunya adalah Desa Setulang dengan penduduk asli dayak aslinya berasal dari daerah Sungai Saan, dekat Kayan Mentarang.

Di desa itu, penduduk dari komunitas dayak Kenyah Oma’ Lung hidup dengan mengandalkan Sumber Daya Alam yang berada di sekitar mereka. Salah satunya dengan aktivitas berburu binatang dan berladang. Selain itu penduduk yang datang antara 1968-1975 ini juga mempertahankan kondisi Tanah Adat (Tana Olen) supaya mereka bisa menikmati air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Menuju ke desa wisata ini para pengunjung yang bertolak dari Malinau Kota membutuhkan waktu sekitar 1 jam lamanya.

Setibanya di Desa Setulang para pengunjung dipersilakan untuk menginap di rumah warga sekitar untuk bisa menyaksikan kehidupan sehari-hari si empunya rumah dan para penduduk desa lainnya. Mulai dari menjemur padi atau kopi di depan rumah, warga yang akan dan pulang berburu di hutan, pengrajin rotan pembuat anjat, tikar, serta pengrajin Mandau (senjata khas dayak) dan juga pembuat seraung (topi khas dayak) bisa dijumpai, ditambah dengan asrinya lingkungan desa yang dikelilingi hutan alam.

Tak hanya sampai di situ keindahan arsitektur balai adat Adjang Lideng, lumbung-lumbung padi di puncak bukit, ukiran kayu di setiap pintu gerbang, perahu panjang, kuburan masyarakat dayak Kenyah Uma’ Lung, serta beragam tari-tarian tradisional seperti tari tunggal dan tari perang yang diiringi alunan musik tradisional sampeq menjadi sajian hiburan tersendiri bagi para wisatawan yang datang. Menikmati suasana malam di desa ini juga tak kalah mengasyikkan. Para pengunjung dapat berdiskusi dengan masyarakat tentang sejarah dan budaya bersama dengan warga desa.(*)

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed