oleh

Anggota DPRD Kutim Sukarni Joyo Ditahan Kasus Korupsi

SANGATTA, BERITAKALTARA.COM- Anggota DPRD Kutai Timur periode 2009-2014, Sukarni Joyo, akhirnya menjadi penghuni sel Sukarn Joyo tersangkatahanan Polres, setelah jaksa penyidik menyatakan cukup bukti dalam kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos).

Seperti diberitakan oleh WARTAKUTIM.COM, walau Sukarni Joyo tidak diborgol saat digiring ke sel tahanan, tapi raut wajahnya mengkerut. Sebenarnya ia datang ke Kantor Kejaksaan Negeri Sangatta untuk memenuhi panggilan jaksa penyidik. Namun ia sepertinya ia sudah punya firasat bakal ditahan, sehingga beberapa kali wakil rakyat dari PDIP itu gemetar.

Menurut penyidik kejaksaan Negeri Sangatta (Kajari Sangatta) Erfandi Rusdi, Q SH, MH, ketika mendatangi kejari Sangatta raup wajahnya sudah tidak bersemangat.  “Ketika dia datang ke sini (Kantor Kajari-red) dia sudah gemetar, mungkin sudah merasa bakal ditahan,” ujar Erfandi Rusdi, didampingi Kajari Sangatta Didik Farkhan SH, dan Kasi Intel Kejari, Dodi Ghazali Emil SH kepada wartawan, Selasa (21/1).

SJ yang datang dengan menggunakan baju batik bermotif berwarna hijau dan celana kain warna abu abu, tiba di kantor Kajari Sekitar pukul 11.30. didampingi dengan pengacaranya Arianto, SH.

Anggota DPRD tiga periode ini, diduga telah melakukan pemotongan dana aspirasi dewan miliknya tahun 2008 sebesar Rp340 juta yang seharusnnya diserahkan untuk ke Kelompok Tani Harapan Jaya Mandiri Rp300 juta dan Kelompok Tani Banten Lestari Rp200 juta.

“Untuk kelompok tani Harapan Jaya Mandiri dipotong oleh donatur sebesar Rp240 juta, dan yang sampai di kelompok tani itu hanya Rp60 juta. Sedangkan untuk kelompok tani Banten Lestari hanya menerima Rp100 juta dipotong Rp100 juta,” sambungnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dari pemotongan dana bantuan sebesar Rp340 juta untuk dua kelompok tani Itu, dana yang telah dikembalikan tersangka Sukarni Joyo via Kejari Sangatta sebesar Rp200 juta. Sementara sisa dana sebesar Rp140 juta masih belum dikembalikan.

Dikatakannya, tersangka dijerat pasal 2 ayat  satu Jo pasal 18 undang-undang (UU) nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana Korupsi dan pasal 3 JO pasal 18 UU no 20 tahun 2001.

“ Karena dia (SJ) baru mengembalikan Rp200 juta. Maka dia, saya juncto kan pasal 18, dari sisa Rp140 juta yang belum dikembalikan.”Jelas Erfandi.

“Jika terbukti bersalah maka uang Rp200 juta akan dirampas oleh negara untuk dikembalikan lagi ke kas pemerintah Kabupaten Kutim. Sedangkan sisa sebesar Rp140 juta, jika dia tidak bisa membayar kita akan menyita barang-barang berharga milik tersangka yang nilainya sesuai dengan yang belum dikembalikan,” tutupnya. #wartakutim.com

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed