oleh

Amir P Ali Wacanakan “Jong Kaltim” Mengganti KNPI

SAMARINDA, beritakaltara.com- Ketua Presidium KNPI Kaltim Bersatu mewacanakan nama baru pengganti KNPI sebagai salah satu opsi menyatukan organisasi pemuda di Benua Etam. Nama yang diajukannya adalah “Jong Kaltim” atau Young Kaltim.

“Ada dua opsi, apakah tetap menggunakan nama KNPI atau pakai nama baru saja sekalian. Kalau nama baru, saya tertarik dengan Jong Kaltim,” ujar Amir kepada sejumlah Wartawan di Hotel Bumi Senyiur, Jumat (5/4/2019).

Dia mengaku telah melakukan diskusi soal nama organisasi ini. Sebab, akar masalah KNPI adalah dualisme di tingkat pusat yang diprediksi tidak ada habis-habisnya.

“Di pusat itu mereka tidak bisa bersatu lagi, sehingga roda organisasi lumpuh. Dampaknya, pemerintah  maupun masyarakat bertanya-tanya; siapa yang sah,” ujarnya.

Karena tidak ada jaminan KNPI di pusat bakal bersatu, maka opsi terbaik menurut mantan Ketua KNPI Kaltim itu, adalah mendirikan nama organisasi pemuda tingkat Kaltim dengan nama Jong Kaltim.

Ide nama ini bersumber dari sejarah berdirinya KNPI pada 28 Oktober 1928. Waktu itu para pemuda dari Jawa disebut Jong Java, dari Sulawesi Jong Celebes, dari Ambon Jong Ambon , dan sebagainya.

“Memang dari sejarah lahirnya KNPI tidak ada Jong Kaltim. Nah, sekarang saatnya kita bangkitkan lagi semangat pemuda ini,” kata politikus yang kini menjadi Caleg DPRD Kaltim Daerah Pemilihan Samarinda dari Partai Berkarya ini.

Usulan nama Jong Kaltim, lanjutnya, bukan muncul tanpa alasan. Setidaknya ada tiga alasan, yakni pertama sebagai solusi agar menyatunya kembali semangat pemuda di Kalimantan Timur dan kedua mendukung Pemerintah Provinsi Kaltim yang mempunyai visi “Kaltim Berdaulat”.

“Pemuda Kaltim bisa tampil beda. Kita berusaha berdiri di kaki sendiri,” ujar Amir.

Alasan ketiga, menurut Amir, nama Jong Kaltim memunculkan sentimen kedaerahan sebagai buah perlawanan kepada pemerintah pusat. Perlawanan yang dimaksud bukan untuk memisahkan diri dari NKRI, tapi lebih pada pembaruan organisasi pemuda.

“Tentu kita semua sudah sepakat bahwa Pancasila dan NKRI adalah final. Itu landasan kita. Tapi, sudah kita kaji pendirian organisasi baru Jong Kaltim juga menurut saya tidak melanggar hukum,” kata Amir.

Bagaimana cara menggolkan wacana nama baru “Jong Kaltim” itu?

Amir P Ali yang saat itu didampingi oleh Viktor Yuan, mantan Ketua KNPI Kaltim yang mengalami dualism juga, mengatakan, langkah-langkahnya adalah membiarkan wacana itu menggelinding ke publik agar mendapat respon. Pada waktunya, wacana itu mendapat tanggapan yang luas termasuk analisa-analisa mengenai positif maupun negatifnya.

“Nanti kita adakan lagi pertemuan KNPI Kaltim Bersatu itu dan kita putuskan,” kata Amir. #le

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed