oleh

Alasan Kajari Berau Tak Blow-up Kasus Bansos

photo kajari berau 1 webBERAU, BERITAKALTARA.COM – Isu penyelewengan dana aspirasi anggota DPRD Berau yang berasal dari hibah dan bantuan sosial (Bansos) APBD daerah itu, sempat mengagetkan publik. Tapi, sekarang kok melempem?

Sebelumnya diberitakan, Kejaksaan Negeri Berau sedang giat-giatnya menyelidiki kasus dugaan penilepan uang negara di lingkungan DPRD. Data awal kecurigaan itu adalah dana aspirasi anggota dewan pada tahun 2009-2012.

Jaksa curiga karena pemanfaatan dana bansos itu tidak sesuai dengan perencanaan semula. Malah disinyalir digunakan untuk kepentingan pribadi.

Ditemui Bmagazine di ruang kerjanya, pekan lalu (10/12/2013), Kepala Kejaksaan Negeri Rudy Hartawan Manurung  beralasan, kasus tersebut tetap berjalan hingga saat ini. Rudy juga mengatakan, pihaknya sengaja tidak mem-blow up permasalahan ini ke permukaan agar semua cooling down untuk sementara.

“Kasus tersebut tetap berjalan dan saat ini sudah ada tersangkanya. Cuma kami belum bisa membeberkan secara gamblang,” kata Rudy dalam kesempatan tersebut

Rudy memberikan gambaran siapa saja yang menjadi tersangka di dalam kasus tersebut. Menurutnya, untuk saat ini pihaknya telah melakukan penyidikan terhadap beberapa orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Orang-orang tersebut adalah yang menerima dana hibah dan bansos yang berasal dari dewan.

“Saat ini kami telah melakukan penyidikan terhadap orang-orang yang menerima dana tersebut. Tetapi hal tersebut tentunya bisa berkembang dan tidak menutup kemungkinan akan mengarah ke anggota dewan atau SKPD-SKPD yang ada untuk ditetapkan menjadi tersangka, ”tutup Rudy. #Joe DS

Print Friendly

Comments

comments

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed