by

Rahmat “Penjaga Hutan Lindung” Nunukan Divonis 5 Bulan Penjara

Rahmat Bin Abdullah, KOmandan Regu 2 ini divonis 5 bulan penjara dalam kasus pengeruskan kaca kantor tempatnya bekerja.NUNUKAN, BERITAKALTARA.com- Rahmat Bin Dullah divonis 5 bulan penjara dalam sidang pembacaan putusan hakim, dalam kasus pengerusakan barang di Kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara yang digelar hari ini, Senin (09/02/2015).

Rahmat yang mengenakan kemeja kotak-kotak ini sempat berkaca-kaca ketika ditanya oleh hakim ketua Yusriansah atas putusan hakim. Hakim kembali bertanya kepada Rahmat ketika komandan regu 2 polisi hutan tersebut terlihat diam seperti ada yang ingin disampaikan.

Saat diberi waktu beberapa menit Rahmat sepertinya akan menyampaikan sesuatu, namun berfikir agak lama, membuat hakim ketua Yusriansyah mengingatkan terpidana untuk menangggapi hasil putusan sidang.

“Ini perkara sudah diputus silakan menanggapi putusan ini. Apakah menerima, pikir-pikir atau banding atau menerima dengan mengajukan grasi ke presiden, silakan,” ujar hakim Yusriansyah.

Pengacara yang mendampingi Rahmat dalam kasus pengerusakan kantor Dishutbun tersebut, Syahrir Malongi , memperkirakan Rahmat ingin mengungkapkan kasus mengapa dirinya sampai nekat merusak kantor Dishutbun yang merupakan tempatnya bekerja tersebut.

Namun Syahrir mengatakan semua sudah terlambat. “Mungkin mau menyampaikan uneg unegnya. Cuma itu sudah terlambat juga. Sebenarnya dia sampaikan saat sebelum tuntutan. Paling tidak mau menyampaikan saja bahwa kenapa sampai bisa terjadi demikian. Tetapi semua sudah tertuang dalam keterangan keterangan dalam persidangan,” ujar pengacara.

Meski belum memastikan apakah menerima atau pikir pikir terhadap putusannya, hakim yang menetapkan Rahmat Bin Abdullah dengan vonis penjara 5 bulan akan menjalani tahanan di rumah tahanan hingga satu bulan lebih ke depan.

”Kita belum koordinasi juga nih mau bagaimana, kan ada waktu 7 hari. Berarti sisa satu bulan satu minggu,” ujar Syahrir Malongi.

Rahmat Bin Abdullah tersandung kasus pengerusakan kaca kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara, karena kesal laporan pengerusakan hutan lindung oleh pengusaha kayu yang dibekingi pejabat tidak ditanggapi oleh kepala dinas maupun aparat kepolisian.

Bahkan tersangka pencuri kayu di Hutan Lindung Pulau Nunukan yang berhasil ditangkap dan diserahkan kepada polisi tidak diproses hukum , tetapi malah dilepas.

“ Saya ngamuk di kantor kenapa? Bayangkan saja saya patroli di hutan, nangkap orang yang ngerusak hutan, kita tangkap tersangkanya, kita bawakan ke polisi tidak diproses. Malah berapa hari kemudian kami malah yang dikeroyok di hutan, mau dipotong-potong oleh mereka. Saya ke kantor polisi, saya laporkan lagi peristiwa itu, apa kata polisi? Tidak usah lapor ke sini, karena bapak tidak bisa lapor secara pribadi harus kedinasan. Saya pergi lagi ke kantor minta tanda tangan untuk kembali lapor ke polisi, malah kepala dinas tidak mau tanda tangan, entah dengan alasan apa?” cerita Rahmat, beberapa waktu lalu (14/01/2015). #adhima soekotjo

Print Friendly

Comments

comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

46 comments

  1. pak rahmat yg sabar, klo orang dinas seperti itu pasti akan dapat balasan yg lebih kejam lagi di akhirnya nanti, sepandai”‘y menyimpan bangkai pasti akan tercium juga, untuk pihak yg tidak bertanggu jawab kalian tidak berfikir kalau hutan adalah pelindung no. 1 dibumi klo hutan gundul apa kalian bisa menahan bencana yang akan datang dimasa dpn. tolong untuk yg punya kekuasaan penting, tolong gunakan kekuasaan kalian sebagai dasar pelindung masyarakan bukan untuk mencari keuntungan semata toh tak akn dibawa mati harta’y tapi amal kalian yg dibawa. tmksh mohon maaf atas kata” yg tak enak dihati kalian ^_^

  2. sabar bro…
    P”L”S” dimana2 emang sama..sama korup…kalo ada y bersih and jujur itu cuma OKNUM.sekali lg.klo ada y Jujur dan Bersih itu cuma OKnum..
    Jadi bubarkan aja Korps P’L’S” terutama “eskrimnya..
    Ganti sama kopasus aja.

  3. Manusia berulah sperti itu hnya krna uang yg gk dibwa mati, tapi Tuhan sdh memperhitungkan segala perbuatan kita baik burukx, jadi ttp semangat mmbela yg benar mas rahmat.. Salut buat usahax, gak selamanya mreka yg menindas akan diatas .

  4. Dah rahasia umum kalo pejabat tuh sama aparat kong kali kong ! Makanya betah ditugaskan di daerah ga mau balik.. lahan basah cuy….!!

    Sabar ya mas Rahmat, buat sebagian besar orang yang lurus anda bukanlah seorang terdakwa, melainkan pahlawan !!

  5. Siapa yang “mentang mentang” maka suatau saat akan menjadi sebagaimana dalam pribahasa Jawa :
    1. Sopo sing Dumeh bakal keweleh
    2. Sopo sing adigang bakal keplanggrang
    3. Sopo sing Adigung bakal kecemplung
    4. Sopo sing Adiguno bakal ciloko
    5. Sopo sing Becik bakal ketitik
    6. Sopo sing salah bakal seleh
    7. Sopo sing Temen bakal Tinemu

  6. mas rahmat..anda aparatur yang paling mulia..semoga keluarga anda dilimpahi berkah yang tiada batasnya..Semoga anda tabah dan sabar menerima cobaan..semoga atasan anda terbuka pintu hatinya diterima taubatnya dan dihindarkan dari api neraka

  7. Klu liat masalahnya seperti itu gak bisa lg cm prihatin, sabar n serahkan sma Tuhan, coba buat srt terbuka kpd presiden & menteri kemenhut & LH di cc kan ke media jg. Biar jd isu nasional, bobroknya aparat & pejabat daerah yg jd bagian deforestrasi hutan. #Save forest #save nature.

  8. doain aja mas, mnta am allah, klo nnti mas jd pejabat ga sprti itu. dan ingat mas, nnti di akhirat ada qisos mas. jd ga ush tkt, pengadilan allah lbh adil krna hal” yg merugikan &menyakiti mas akan di qisos di akhirat.

  9. sekarang berita ini sudah tersebar di media, harusnya orang2 dr pemerintahan yg baru dan katanya pemerintahan yg bersih pasti sudah ada yg mengetahui tentang berita ini. kl memang slogan ketika mereka berkampanye adalah tulus maka orang2 yg membela kebenaran pasti mereka dukung. kecuali jika itu semua hanya slogan ketika berkampanye. salut buat para petugas yg memang tulus membela kebenaran .

  10. buat bung Rahmat, hukum itu seperti anjing penjaga; setiap yg masuk kehalaman pakai sendal jepit bakal di gonggong dan digigit, beda dg org berpangkat dan kaya datang, sang anjing dengan perintah tuanya akan disuruh pergi, tiap sore sang anjing bakal dibwa jalan pakai rantai oleh tuannya

  11. yang tabah mas Rahmat, anarkis memang salah…namun anarkis untuk menegak kebenaran itu tidaklah salah… cuma yang lebih salah lagi ANARKIS terhadap orang yang menegakkan kebenaran…. untuk di ketahui dan direnungkan bagi para pejabat yang menutup mata akan fakta sebenarnya penyebab Teraniayanya Mas Rahmat Sang Penjaga Hutan Lindung semoga ALLAH menimpakan azab bagi dirinya dan orang-orang yang bersekongkol dengannya di DUNIA dan AKHIRAT…….Amin……..!!!!!!!!!!

  12. Ga membela pihak polisi & kepala dinas kehutanannya, tapi tindakan mas Rahmat juga salah. Ngamuk-ngamuk trus mecahin kaca? mas Rahmat sama aja dong berarti dengan mereka.
    Masih banyak cara lain yg bisa ngebuktiin kita bener selain main kekerasan. Nah sekarang masnya justru masuk penjara, bukannya nyelesaikan masalah malah para pencuri itu makin leluasa kan?

  13. Mestinya perjuangan yang bapak lakukan mendapat support dari pemerintah, lalu diangkat jd kepala dinas di beri berbagai fasilitas termasuk diberikan tunjangan prestasi karna sudah berani mendobrak ketidak patutan. Semoga pengorbanan Pak Rahmat mendapat Perhatian dari Presiden dan TNI Supaya Oknum2 yang menghambat dapat segera di Bantai dan di jebloskan ke kandang Harimau. God bless you….

  14. Udahlh memang bgt sdah yg jujur mlah diSingkirkan mlah rahmad di berhentikan sementara oleh bupati menhut malah diam melihat masalah ini tidak ada tindakan untuk masalah ini Uang sufah mengubah segalanya

  15. Teman2, marilah kita semua bertindak lebih aktif lagi untuk mendukung orang2 seperti Rahmat Bin Dullah ini. Daripada hanya komentar “Sabar mas” atau teriak “Reformasi”, kita semua bisa ambil bagian dengan cara:
    1. Sebarluaskan berita ini agar lebih banyak orang yang sadar, sehingga orang2 yang punya kuasa dapat bertindak
    2. Teman2 yang berada di wilayah Kaltara bisa mulai dengan was2 dalam pilkada berikutnya
    3. Teman2 yang bekerja atau punya koneksi di pemerintahan atau industri perhutanan di sana silahkan bersatu membuat petisi atau melalui cara lain.

    Banyak yang bisa kita lakukan selain hanya komentar saja. Saya sudah sebarluaskan berita ini kepada teman2 saya. Mari kita semua bangsa Indonesia reformasi mental kita, berbuat lebih aktif lagi dan melalui cara2 yang pintar yang tidak bersifat kekerasan tapi menunjukkan kekekaran mental kita.

News Feed