by

Longsor di Sangasanga Kaltim, Jatam Sebut Ada Perusahaan Luhut Panjaitan

SAMARINDA, beritakaltara.com- Longsor di jalan utama RT 9, Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara, Kamis (29/11/2018), dikait-kaitkan adanya aktifitas pertambangan batu bara yang jaraknya sekitar 100 meter dari lokasi longsor. Nama Luhut Binsar Panjaitan (LBP) disebut sebagai orang di balik perusahaan itu.

Perusahaan yang sedang beraktifitas menggali batu bara di dekat kawasan longsor itu, menurut JATAM (Jaringan Advokasi Tambang) adalah PT Adimitra Baratama Nusantara. Perusahaan ini merupkan anak perusahaan Toba Bara Group milik Luhut Binsar Panjaitan yang sekarang menjadi Menko Kemaritiman Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo.

Belum ada jawaban dari perusahaan terkait tudingan sementara kalangan ada kaitan longsor yang merusak 5 rumah warga dan memutus akses
jalan umum itu dengan aktifitas pengerukan tambang batu bara di situ.

Tanah longsor mengakibatkan akses jalan utama Sangasanga – Muara Jawa terputus total. Jalan yang terputus sekitar 40 meter, sehingga membuat pengendara harus melalui jalur alternative di kawasan perkampungan Kelurahan Pendingin.

Laporan dari Kapolsek Sangasanga, Iptu M Afnan, Kamis (29/11/2018), menyebutkan, tak ada Korban jiwa akibat peristiwa tersebut.

Kecamatan Sangasanga Kabupaten Kutai Kartanegara merupakan kawasan bersejarah karena di sana pernah ada perlawanan terhadap penjajahan Belanda. Daerah itu sebagian besar dikuasai Pertamina yang mengeksploitasi sumur minyak dan gas sejak sebelum Kemerdekaan RI.

Selain menyimpan potensi migas yang kian menurun produksinya, Sangasanga juga diketahui di dalam tanahnya menyimpan batu bara. Lantaran itu ada beberapa perusahaan batu bara yang mengeruk sumber daya alam di situ, termasuk yang disebut-sebut sahamnya milik Luhut Binsar Panjaitan.

Dalam catatan Dinamisator Jatam Kaltim, Pradarma Rupang, kejadian jalan putus adalah kedua kali. Kejadian pertama terjadi lima tahun lalu, yaitu akses Jalan Budiono di Kelurahan Sangasanga Muara putus hingga mencapai lebih 100 meter.

Sementara Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB diketahui menghapus tweet yang disebarkan atas nama akunnya sendiri di Twitter. Setelah ramai jadi perbincangan netizen apakah ini terkait adanya disebut nama LBP sebagai pemilik saham perusahaan penambang batu bara, Sutopo langsung menetralisir bahwa terhapusnya tweet itu tidak sengaja.

Untuk menjawab penghapusan tidak sengaja itu Sutopo kemudian memposting kembali tweet yang sudah terhapus, namun dengan bentuk capsture.
Tweet Sutopo yang banyak dikutip media massa itu bunyinya sebagai berikut; “gimana nggak longsor, gali tambang batubara dekat sekali dengan rumah. Rumah & jalan kena longsor di Kel. Kampung jawa, Kec.Sangasanga, Kab Kukar Kaltim. Ngeruk batubara itu ada aturan dan caranya. Jarak aman dengan permukiman diperhitungkan. Ingat safety first.” #le

Print Friendly

Comments

comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News Feed