Search
Wednesday 17 October 2018
  • :
  • :

Bupati Nunukan Hadiri Syukuran Rampungnya Pembangunan Pasar Tradisional Liem Hie Djung

Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid ketika meninjau Pasar Tradisional Liem Hie Djung, Nunukan.

NUNUKAN, Beritakaltara.com– Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian melaksanakan syukuran atas selesainya pembangunan Pasar Tradisional Liem Hie Djung. Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid hadir bersama Wakil Ketua DPRD Nunukan dan para pengusaha yang akan menempati pasar tersebut serta Mantan Bupati Pertama H. Hafid Achmad.

Acara Syukuran tersebut dilaksanakan di Pasar Liem Hie Djung Kelurahan Nunukan Barat pagi tadi Jumat (20/7/2018). Ini merupakan bukti erkembangan sebuah daerah, sebab maju tidaknya suatu daerah tergantung perputaran ekonomi yang berjalan. Pasar tradisional merupakan pusat kegiatan ekonomi masyarakat, di mana Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid dalam visi dan misi  fokus bergerak dibidang agrobisnis.

Sejak peletakan batu pertama pembangunan Pasar Tradisional ini menggunakan anggaran APBN tahun 2017 yang lalu. Proses pembangunan tidak terlalu lama memakan waktu sehingga pembangunan Pasar Tradisional yang diidamkan masyarakat Nunukan telah rampung 100%. Pembangunan Pasar Tradisional Liem Hie Djung ini merupakan salah satu upaya dari pemerintah melalui Kementerian Perdagangan, dengan menggelontorkan dana sebesar Rp5,6 Miliar yang bersumbaer dari Dana Tugas Pembantuan (TP) APBN Tahun 2017.

Dengan program Revitalisasi Pasar Rakyat ini, merupakan bentuk komitmen Kementerian Perdagangan untuk meningkatkan daya saing, meningkatkan kesejahteraan para pedagang melalui peningkatan omzet, mendukung kelancaran logistik dan distribusi bahan kebutuhan masyarakat serta mendorong terjadinya penguatan pasar dalam negeri di era persaingan global yang kian terbuka lebar.

Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Perindustrian Jabbar mengatakan, Pasar Tradisional Liem Hie Djung memiliki fasilitas 55 Petak berupa Kios, 198 Petak berupa Los, sarana pendukung antara lain mushola, cold storage, tempat pembuangan sampah, ruangan khusus menyusui, toilet dan ruangan untuk pengelola. Sedangkan untuk pembagian kios melalui pengundian juga telah dilaksankan pada tanggal 9 Juli 2018 bertempat di lantai V Kantor Bupati Nunukan.

Pada kesempatan yang sama Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid menyampaikan, setelah sekian lama penantian akhirnya pasar yang diidamkan selama ini telah selesai dibangun, pasar yang semegah ini jika tidak difungsikan dan dirawat dengan baik percuma dan akan sia-sia saja. “Saya ingatkan kepada pengurus pasar agar nantinya dapat dikelola dengan sebaik mungkin,” ujar Bupati.

Bupati cantik ini juga berharap dengan adanya Pasar Tradisional itu semoga perdagangan di Kabupaten Nunukan dapat lebih maju. Obsesinya adalah menjadikan Nunukan sebagai pusat perekonomian di wilayah perbatasan Kalimantan Utara. “Dan saya juga berharap dalam pengelolaan Pasar Tradisional ini agar ditata dengan rapi karena pasar ini berada di wilayah pesisir dimana jalur perhubungan dari wilayah Sebuku langsung terlihat jelas. Jadi tolong pasar ini di jaga kebersihanya,” ucapnya. #HBM/Foto:MRP)

Print Friendly

Comments

comments




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *