Search
Tuesday 14 August 2018
  • :
  • :

Safaruddin Lega Rita Widyasari Klarifikasi, Apa itu?

SAMARINDA, beritakaltara.com- Bupati Kutai Kartanegara (non aktif) Rita Widyasari mengaku tidak melihat secara gamblang keterlibatan mantan Kapolda Kaltim Irjen Pol (purn) Safaruddin sebagai aktor intelektual  di balik kasus pidana yang kini menjeratnya.

“Tidak. Itu isu. Saya tidak melihat secara gamblang. Namanya isu, ya itu fitnah yang tidak bisa dibuktikan,” tutur Rita Widyasari ketika dikonfirmasi wartawan, Rabu (4/4/18) siang, usai istirahat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jakarta.

Rita Widyasari didakwa menerima uang gratifikasi Rp 469.465.440.000 terkait perizinan proyek pada dinas Pemkab Kukar. Gratifikasi itu diterima melalui Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB) Khairudin, yang juga anggota Tim 11 pemenangan Bupati Rita.

Anggota tim pemenangan yang dikenal dengan sebutan Tim 11 selain Khairuddin adalah Andi Sabrin, Junaidi, Zarkowi, A. Amin, Dedy Sudarya, Rusdiansyah, Akhmad Rizani, Abdul Rasyid, Erwinsyah, dan Fajri Tridalaksana.

Awalnya, beredar isu ditangkapnya Rita Widyasari karena ulah musuh politiknya di Kaltim. Saat itu nama Rita sudah digadang-gadang maju sebagai calon gubernur dari Partai Golkar dan menempati persepsi sebagai calon terkuat memenangkan Pilgub.

Nama Irjen Pol (Purn) Safaruddin masuk sebagai salah satu pihak yang menyebabkan Rita ditangkap. Ketika itu Safaruddin adalah Kapolda Kaltim, sehingga publik khususnya pendukung Rita mendiskripsikan sebagai pihak yang punya kuasa dalam penegakan hukum. Apalagi, santer terdengar isu lain, Safaruddin sudah mendekati Rita agar diterima sebagai calon wakil gubernur, namun tidak ditanggapi.

Sampai akhirnya Rita Widyasari sendiri yang memberi bantahan atas isu tersebut. Dia mengakui memang ada isu tentang ‘aktor’ di balik kasus yang menimpanya, namun dia memastikan semua itu adalah fitnah.

Sementara Safaruddin yang dikonfirmasi wartawan usai memimpin rapat koordinasi daerah, Senin (9/4/18), terkait namanya disebut-sebut sebagai orang yang berperan memenjarakan Rita, mengaku lega atas klarifikasi Bupati Kukar (non aktif) yang menyebutkan namanya tidak terkait atas kasus tersebut.

“Alhamdulilah kebenaran itu akhirnya terbuka juga dan tidak akan pernah dikalahkan oleh fitnah, sekalipun kebenaran itu kadang-kadang terpinggirkan untuk sementara,” ujar Safaruddin

Adakah upaya Safaruddin untuk berkomunikasi dengan Rita? Sejauh ini Safaruddin mengaku belum ada komunikasi dengan Rita terkait tudingan tersebut.

“Sampai saat ini saya belum ada komunikasi karena kesibukan agenda kampanye di kabupaten dan kota,” terang Safaruddin.

Safaruddin mengatakan hubungannya dengan Rita sebenarnya terjalin sangat baik. Dia membenarkan adanya komunikasi politik tentang Pilgub, namun Rita yang diusung partai Golkar tidak bisa memutuskan sendiri siapa yang bakal menjadi wakilnya ketika maju dalam Pilgub.
Soal calon wakil gubernur, kata Safaruddin menirukan ucapan Rita ketika itu, menjadi otoritas partai pengusung.

“Tapi saya terus berkomunikasi. Bukan hanya dengan Ibu Rita, tapi juga dengan semua bakal calon kandidat seperti Pak Syaharie Jaang dan Pak Rusmadi,” tuturnya. #ib

Print Friendly

Comments

comments




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *