Search
Thursday 18 October 2018
  • :
  • :

Prabowo Sebut Ada Elite Bermental Maling, Ini Reaksi Politisi

Prabowo Subianto

JAKARTA, beritakaltim.co- Setelah melemparkan isu Indonesia bubar tahun 2030, Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra, kembali bicara panas. Ia menuding, ada elite di negeri ini bodoh dan bermental maling.

Awalnya, Prabowo mengkritik soal kesenjangan ekonomi di Indonesia. Menurut dia para elite rakus sehingga menyebabkan kesenjangan semakin lebar.

Prabowo pun mengambil contoh soal tindakan elite yang disebutnya rakus. Hal itu bisa terlihat dari ketimpangan ekonomi dan kepemilikan lahan. Mantan Danjen Kopassus itu membeberkan data yang telah diungkapkan Syafii Maarif. Ada 80 pesen lahan dikuasai asing dan 13 persen dikuasai sedikit orang.

“Jangan – jangan karena elite kita yang goblok atau menurut saya campuran. Sudah serakah, mental maling, hatinya beku, tidak setia pada rakyat. Mereka hanya ingin kaya,” ujar Prabowo saat berpidato di Gedung Serbaguna Istana Kana Cikampek, Sabtu (31/3/2018).

Lebih detil lagi, Prabowo menyebut ada elite Jakarta yang tak ia suka. Sebab kebanyakan dari elite tersebut merupakan penipu.

“Saya lihat muka elite Jakarta penuh tipu. Saya mantan komandan sejak muda. Saya terbisa baca tampang anak buah hingga saya bisa tahu tampang penipu,” kata Prabowo.

Para elite, lanjutnya, secara sistemik telah melanggar UUD 1945 pasal 33. Padahal ini pasal kunci. “Kalau saja kita taat, Indonesia sudah kaya raya,” ujar Prabowo.

Berdasarkan pasal itu, kata Prabowo Indonesia seharusnya tidak membolehkan azas konglomerasi. “Satu keluarga menguasai jutaan hektare. Indonesia itu asas kekeluargaan bukan kapitalisme,” kata dia.

Ia mengungkapkan, saat menjadi bagian dari rezim orde baru sempat tertarik pada faham neoliberalisme. Hal itu terjadi saat dirinya masih tergabung di Partai Golkar.

Di masa itu, pemerintah menggunakan pendekatan trickle down effect atau teori menetes ke bawah yang diperkenalkan Albert Otto Hirschman, pencetus faham Neoliberalisme.

“Saya dulu tertarik sama Neolib. Tapi saya lihat ternyata faham itu bohong. Kesejahteraan enggak netes – netes ke bawah. Malah dibawa ke luar negeri oleh elite,” kata mantan menantu presiden Soeharto itu.

Atas pernyataan keras Prabowo itu, Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menantang Prabowo untuk berani mengungkap siapa elite ‘goblok bermental maling’ yang disebutnya itu. Sebab menurutnya, pernyataan Prabowo seperti orang yang sembarang menuduh tanpa ada bukti.

“Lebih baik Pak Prabowo tunjuk hidung saja siapa elit Pimpinan yang dimaksud. Jangan menuduh orang tanpa jelas batang hidungnya. Ini seperti mengeluarkan jurus mabuk yang tak jelas mau menembak siapa. Yang dibutuhkan bangsa ini bukan hanya keinsyafan dan retorika tapi juga perlu kerja keras dan karya,” kata Ace seperti dirilis detikcom, Minggu (1/4/2018).

“Upaya mengatasi ketimpangan telah terus dilakukan oleh Presiden Jokowi. Angka gini rasio dalam 3 tahun terakhir menunjukkan angka yang turun. Pembangunan infrastruktur di daerah, terutama di Indonesia Timur, terus digenjot Presiden Jokowi untuk mengurangi ketimpangan wilayah,” lanjutnya.

Sementara itu, pengamat politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menilai ada hal menarik dibalik pernyataan keras Prabowo tersebut. Sebab dari perkataan itu terlihat sosok Prabowo dari partai oposisi kembali menunjukkan taringnya.

“Kalau dikatakan elite-elite berarti pemerintah. Ini menarik. Prabowo mulai kembali aktif sebagai oposisi, ceplas-ceplos gayanya. Hanya saja yang perlu ditanyakan ke Prabowo bagaimana solusinya bila dia nanti berkesempatan menjadi pemimpin negeri,” kata Hendri kepada detikcom.

“Menarik apa yang dilakukan prabowo. Selama ini terkenal sangat legowo dan memberikan kesempatan ke Presiden Jokowi untuk bekerja dengan ungkapan kasar kerasnya ini maka akan sangat baik kalau Pak Prabowo memberikan solusi,” imbuhnya.

Partai Hanura juga bereaksi atas pernyataan Prabowo yang menyebut banyak elite Indonesia yang goblok dan bermental maling. Ketua Fraksi Hanura di DPR RI, Inas Nasrullah Zubir meminta Prabowo menunjuk langsung elite yang dia maksud.

“Kalau dia gentleman, tunjuk hidung saja, siapa yang dimaksud elite yang maling itu? Siapa? Kalau nggak berani, tutup mulut saja, mingkem,” ujar Inas.

Inas pun mengatakan dirinya teringat dengan pernyataan Prabowo di tahun 2004, yang bicara mengenai strategi. “Saya ingat, ketika Pak Prabowo mau capres, dia mengatakan ‘Rampoklah tetanggamu yang sedang kesusahan’. Dia bilang itu strategi. Itu kan strategi maling. Jadi kalau Prabowo punya strategi maling, lantas dia teriak maling. Ini bagaimana? Artinya maling teriak maling,” jelas Inas.

Inas juga mengatakan, tudingan elite maling yang disampaikan Prabowo itu belum tentu kebenarannya. Maka dari itu dia meminta Prabowo menunjuk langsung siapa elite yang dia maksud.

“Belum tentu elite di pemerintahan sekarang ini ada yang maling,” katanya.

“Jadi tunjuk hidung saja, siapa yang dia maksud,” tambahnya.

Partai Demokrat juga menantang agar Prabowo mengungkap siapa elite yang dimaksud.

“Oleh karenanya Prabowo agar tidak dibilang ngawur dan sembarangan, sebut saja siapa-siapa elite-elite penipu yang dimaksudnya. Sebut saja langsung dan bila perlu buka dosa-dosa para elite penipu tersebut. Kalau hanya sekadar menuduh tanpa bisa membuktikan maka integritas dan nama baik Prabowo jadi pertaruhan,” ujar Wasekjen Partai Demokrat, Didi Irawadi.

“Kalau menuduh elite haruslah jelas, elite yang mana yang dimaksud Prabowo penipu tersebut. Tidak bisa Prabowo menuding semua elite Jakarta adalah penipu. Itu tuduhan yang sembarangan dan akan membuat banyak orang akan antipati pada Prabowo. Andai yang dimaksud pimpinan di Jakarta yang katanya penipu tersebut. Sebutkan saja siapa orangorang itu. Kami akan dukung sepenuhnya jika didukung bukti-bukti yang kuat,” jelas Didi.

Bahkan, Didi menyarankan agar Prabowo dapat menempuh langkah hukum apabila memegang bukti soal keterlibatan elite tersebut yang menyebabkan kesenjangan ekonomi.

“Segera buka saja siapa elite-elite Jakarta yang penipu tersebut. Kami menunggu dan akan dukung sepenuhnya apabila elite-elite penipu itu bisa diungkap. Jangan hanya sekadar omongan, tetapi ayo buktikan! Selanjutnya seret mereka pada proses hukum!” tegas Didi. #le

Print Friendly

Comments

comments




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *