Search
Saturday 23 June 2018
  • :
  • :

Proses Belajar Mengajar Sekolah Madrasah Alliyah DDI Berangsur Baik

BONTANG, Beritakaltara,com – Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, menggelar rapat dengar pendapat terkait kegiatan belajar mengajar di sekolah Madrasah Alliyah (DDI), paska kebakaran gedung sekolah mereka. RDP berlangsung di Ruang Rapat Sekertariat DPRD, Jalan Bessai Berinta, Kelurahan Bontang Lestari, Selasa, 30 Januari 2018.

Dalam kegiatan ini dihadiri oleh Sekertaris Komisi I, Abdul Malik dan Anggota Komisi 1 Kaharuddin Jaffar, Kepala sekolah DDI Jamaluddin, Kepala Kementerian Agama Bontang H. Sulaiman, Kepala Seksi Kurikulum Sekolah Menengah Pertama Saparudin.

Kepala Sekolah DDI, Jamaluddin, menyampaikan, proses belajar mengajar di sekolah DDI sudah berangsur baik, walaupun awalnya para guru harus mengajar di parkiran sekolah DDI.

“Sampai saat ini proses belajar mengajar sudah mulai membaik, akan tetapi kami harus menggurangi jam belajar karena keterbatasan ruangan kelas,” paparnya.

Kata dia, pihaknya sudah berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp. 150 juta untuk membantu dana perbaikan sekolah namun itu tidak cukup.

“Semoga ada bantuan dari Pemerintah Kota Bontang untuk membangun sekolah DDI ini,” harapnya.

Kepala Kementerian Agama Bontang, H. Sulaiman, menuturkan, Kota Bontang bersyukur memiliki sekolah agama Islam yang lengkap seperti ini, Menurutnya, sekolah tersebut adalah Madrasah Ibtidaiyah (MI) setara dengan Sekolah Dasar (SD).

Lanjut dia, Madrasah Tsanawiyah (MTs) setara dengan Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Madrasah Aliyah (MA) setara dengan Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Dari Kemenag Bontang sudah mengirimkan berita acara kebakaran yang menimpa DDI, Insyaallah Pusat akan memprioritaskan perbaikan Sekolah DDI ini,” ujarnya.

Kepala Seksi Kurikulum SMP, Dinas Pendidikan, Saparuddin, menjelaskan, madrasah Aliyah DDI adalah kewenangan dari Kementerian Agama dan bukan kewanangan Dinas Pendidikan Kota Bontang.

“Namun, kalau mau, bisa mengajukan bantuan dana hibah dari pemerintah provinsi terkait bantuan pembangunan sekolah madrasah Aliyah,” saran Saparudin.

Kata dia, sisa pembagian baju tas sepatu gratis, pihaknya sudah dibagikan ke masyarakat yang terkena musibah. Kemudian Disdik tidak memiliki stok seragam untuk Madrasah Alliyah.

“Untuk kelas 1 Madrasah Alliyah memang sudah dianggarkan, tetapi untuk kelas 2 dan 3 belum kami anggarkan, Tetapi untuk kelas 2 dan 3 tetap akan kita bantu, Insyah Allah tahun ini,” janjinya.

Abdul Malik, Sekertaris Komisi I mengatakan, Madrasah Alliyah DDI adalah kewenangan dari Kementerian Agama, Namun, menurutnya, sekolah yang berdiri sejak tahun 90-an ini tujuannya adalah mencerdaskan anak – anak Kota Bontang.

“Kami akan bicarakan terlebih dahulu khususnya di komisi satu, Langkah apa yang akan diambil untuk membantu Madrasah Alliyah DDI,” tutupnya.  #ADV#HR

Print Friendly

Comments

comments




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *