Search
Wednesday 13 December 2017
  • :
  • :

Wow, 2018 DAK Kaltara Turun

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie didampingi Wagub H Udin Hianggio bersama Kakanwil Perbendahaan Kaltim Midden Sihombing, Rabu (29/11).

TANJUNG SELOR, beritakaltara.com- Dana alokasi khusus (DAK) fisik yang akan diterima Kaltara pada 2018 diprediksikan mengalami penurunan. Tak hanya untuk Pemprov, penurunan DAK juga terjadi untuk kabupaten dan kota.

Demikian disampaikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie usai mendengarkan paparan evaluasi DAK fisik dan dana desa oleh Kepala Kantor Wilayah Perbendaharaan Kalimantan Timur (Kaltim) Midden Sihombing dan Kepala Wilayah Perbendaharaan Kaltara Teguh Dwi Nugroho di Kantor Gubernur, Rabu (29/11).

Secara umum, kata Irianto, berdasar evaluasi yang dipaparkan, laporan realisasi penyerapan DAK di Kaltara pada 2017 cukup bagus. Meski masih yang ada belum belum mencapai target. Berdasar laporan realisasi penyerapan DAK, rata-rata terserap 90 persen dari dana yang telah diterima di rekening kas umum daerah. Dengan capaian output kegiatan DAK fisik sampai triwulan III (per 28 November), menunjukkan paling sedikit 65 persen.

“Ada yang 100 persen, tapi ada yang belum sampai 70 persen,” sebutnya.

Selain memaparkan DAK 2017, dalam pertemuan itu juga disampaikan kabar soal DAK pada 2018 mendatang. Dari informasi yang disampaikan Kanwil Perbandaharaan, kemungkinan besar akan ada penurunan DAK fisik melalui APBN ke Kaltara, termasuk ke kabupaten dan kota.

“Ini yang masih akan kita cek dan konfirmasi kembali, kenapa sampai ada penurunan yang begitu signifikan. Apa penyebabnya,” kata Gubernur.

Meski sudah ada gambaran akan penurunan nilai DAK, untuk lebih pastinya berapa angka penurunannya akan jelas terlihat pada saat penerimaan daftar isian pelaksanaan anggaran (DIPA) 2018 nanti.

“Tidak tahu juga kenapa bisa turun. Padahal kan Kaltara sangat memenuhi syarat yang bisa mendapatkan DAK,” kata Irianto.

Ada berapa dugaan mengapa nilai DAK pada APBN 2018 mengalami penurunan. Di antaranya, sebut Irianto, kemungkinan karena banyak utang pemerintah maupun swasta yang telah jatuh tempo. “Dugaan lain ada kemungkinan dana ke kementerian terkait yang turun, jika berimbas pada menurunnya juga ke daerah,” ungkapnya.

Yang jelas, lanjutnya, besar kecilnya nilai DAK merupakan kebijakan pusat. Meski DAK diprediksi mengalami penurunan, Gubernur optimistis nilai APBD Kaltara pada 2018 tidak mengalami penurunan yang signifikan. Dana transfer dari pusat lainnya seperti dana bagi hasil (DBH), dana alokasi umum (DAU) dan lainnya masih tetap.

“APBD 2018 masih sama dengan tahun ini. Perkiraannya Rp 2,7 triliun. Kalau ditambah dana pinjaman untuk pembangunan rumah sakit, Rp 3 triliunan,” kata Gubernur.

Dibandingkan dengan beberapa provinsi lainnya di Indonesia, menurutnya, Kaltara masih lebih tinggi. “Kita harus mensyukuri. Dengan jumlah penduduk Kaltara yang masih sedikit, APBD kita masih lebih tinggi. Dibanding dengan Gorontalo, Maluku, Sulawesi Barat dan beberapa provinsi baru lainnya. Yang utama adalah bagaimana kita memaksimalkan anggaran yang ada ini, untuk membangun dan mensemasyarakat Kalimantan Utara,” ujarnya.  #adv/humas

Print Friendly

Comments

comments




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *