Search
Wednesday 13 December 2017
  • :
  • :

Buah Impor di Pasar Malinau mengandung Formalin

MALINAU, beritakaltara.com- Berbagai jenis buah import dan lokal yang dijual oleh pedagang di pasar buah Malinau, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, ditemukan mengandung formalin.

Hal itu diketahui setelah inspeksi mendadak (sidak) yang digelar oleh tim gabungan dari Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) bersama Dinas Kesehatan Malinau, pekan lalu (30/8/2017) lalu.

Staf Dinas Kesehatan yang melakukan uji laboratorium, Margaretha Lantang mengungkapkan, dari hasil uji laboratorium yang dilakukan pada 29 sampel buah-buahan yang dijual pedagang buah impor, tim menemukan kandungan formalin pada buah Apel jenis fuji, apollo, dan USA Whasington.

“Apel impor itu mengandung formalin 0, 6 dan 0,8 hingga 1 miligram perliter, pada buah Peer kecil dan kelengkeng juga positif mengandung 0,6 dan 0,8 miligram formalin. Yang paling besar ada pada sampel jeruk baby dengan 1 miligram formalin,” ungkapnya.

Dijelaskannya, pada buah Apel berlabel USA yang sering disebut apel Whasington tampak masih segar, setelah dibelah ternyata bagian dalamnya sudah tampak busuk. Setelah diuji ternyata positif berformalin. Para pedagang mengaku buah yang didatangkan dari kota Tarakan dan Berau, Kaltim itu sebagian besar berformalin dan sudah habis terjual.

“Pemeriksaan kesehatan buah ini yang ketiga kalinya dimulai pada Juni lalu,ini lilakukan oleh tim gabungan untuk melindungi konsumen dari peredaran buah-buahan berformalin atau zat lain yang membahayakan kesehatan manusia,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Disperindagkop Malinau, Emong Mering mengatakan, kasus penggunaan formalin pada buah-buahan itu akan diproses hukum. Saat ini pihak Polres Malinau melakukan pengusutan atas temuan Dinas Kesehatan tersebut. Ia juga mengingatkan agar pedagang tidak main-main dengan keamanan konsumen.

“Hasil pemeriksaan ini kami teruskan ke polisi untuk ditindaklanjuti secara hukum, dua pedagang buah berinisial S dan H bertanggungjawab atas barang dagangan berformalin itu. Perlu juga diperiksa pemilik buah dagangan dari Tarakan dan Berau, apalagi kedua penjual buah di Malinau itu mengaku tidak tahu menahu soal formalin,” kata Emong Mering.

Ia menegaskan, temuan buah berformalin seringkali ditemukan pada pedagang buah yang sama. Hasil pemeriksaan sebelumnya sudah terjadi kasus serupa,meski pihaknya sudah memberi peringatan dan teguran. Apalagi Undang-undang pangan atau perlindungan konsumen sudah mengatur pengendalian serta sanksi hukum pihak yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Tanpa ada penanganan yang terpadu,kejadian ini akan terus terulang untuk itu kami meminta yang berwenang untuk proses sesuai hukum yang berlaku. Para pedagang diharapkan memahami undang-undang pangan dan perlindungan konsumen yang konsekuensinya jika dilanggar sangat berat,” pungkasnya. #VR

Print Friendly

Comments

comments




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *