Search
Wednesday 13 December 2017
  • :
  • :

Ingatkan Permainan Anak Tradisional, Pemuda Perbatasan Sebatik Gelar One Day No Gadget

Foto dokumentasi GACI. Ratusan anak anak di wilayah perbatasan Kecamatan Sebatik diajak memainkan permainan tardisional dari lomba bakiak massal, pilot bersarung, lomba karung, katapel dan beberapa permainan tradisional lainnya dalam kegiatan one day no gadget. Lomba permainan anak tradisional tersebut dalam rangka memperingati HUT kemerdekaan RI ke 72.

NUNUKAN, beritakaltara.com- Mengajak anak anak mengenal kembali permainan tradisional, sejumlah pemuda di wilayah perbatasan Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara yang tergabung dalam Gebyar Aku Cinta Indonesia GACI menggelar “one day no gadget”.

Ketua Gerakan Aku Cinta Indonesia (GACI) Agus Salim mengatakan, maraknya pengaruh gadget yang sudah merambah anak-anak di wilayah perbatasan membuat mereka lupa permainan tradisional yang jika dimainkan selain menyehatkan juga membentuk karakter anak melalui interaksi dan kerjasama antar mereka.

“Permainan tradisional itu sebenarnya menarik karena membutuhkan kerjasama, bisa menjalin persaudaraan dan tidak ada efek kecanduan seperti permainan game on line,” ujarnya, Senin (14/08/2017).

Selama seharian ratusan anak anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah atas di Sebatik diajak berbagai permainan tradisional seperti lomba bakiak massal, pilot bersarung, lomba karung, katapel dan beberapa permainan tradisional lainnya. Selama satu hari tersebut panitia memang membatasi peserta bersentuhan dengan gadget, sehingga bisa memaksimalkan interaksi sesama anak anak.

“Seharian tersebut kita kita mencoba anak anak tidak menyentuh gadget mereka. Kta ajak mereka lebih berinteraksi sesame teman mereka,” imbuhnya.

Acara one day no gadget merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 72. Selain kegiatan lomba permainan tardisional anak, GACI juga menggelar lomba tarian tardisional, cipta baca puisi, paduan suara dan lomba band.

Selain itu dalam memperingati detik detik proklamasi kemerdekaan R tanggal 17 Agustus mendatang, GACI juga berupaya memecahkan rekor MURI dengan upacara pengibaran bendera dengan pasukan pengibar bendera terbanyak sebanayak 1478 anggota Paskibraka dengan konsep kebhinekaan, dimana seluruh paskibra merupakan perwakilan dari organisasi kepemudaan, perwakilan etnis, suku dan agama di Kecamatan Sebatik.

Dipastikan dalam upacara peringatan detik detik proklamasi Kemerdekaan I ke 72, Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo menjadi Inspektur upacara. #dhi

 

Print Friendly

Comments

comments




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *