Search
Wednesday 13 December 2017
  • :
  • :

Tarif Tol Laut Dianggap ‘Melangit’ oleh Pengusaha Sebatik

Kapal kayu KM Anuari IV yang karam.

NUNUKAN, BERITAKALTARA.COM– Sejumlah pengusaha di wilayah perbatasan Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mengeluhkan mahalnya tarif tol laut dari Surabaya menuju Sebatik.

Salah satu pengusaha  di Sebatik, Sekena, mengatakan, untuk membawa barang berupa sepatu sebanyak satu karung dia terpaksa membayar satu juta rupiah.

”Harga barangnya saja tidak sampai sejuta, tapi tarifnya satu juta rupiah,” ujarnya,Selasa (14/08/2017).

Mahalnya tarif kapal tol laut juga dikeluhkan oleh salah satu pengusaha bahan bangunan yang mendatangkann material dari Surabaya. Salah satu pengusaha di Sebatik bernama Jambi mengatakan, untuk mengangkut bahan bangunan yang didatangkan dari Surabaya seberat 5 ton harus mengeluarkan biaya hingga 6 juta 15 ribu rupiah, padahal sesuai aturan tarif tol laut hanya 317.000 rupiah  perton.

“Hitungannya sama kuli dan transportasi habis 3 juta rupiah, tapi saat bayar malah kena 6 juta rupiah,” ujarnya.

Jambi menambahkan, pembayaran tarif tol laut tersebut juga tidak disertai dengan nota rincian pembayaran. Saat membayar biaya ongkos angkut kapal tol laut yang kedua kalinya, Jambi kembali menemukan kejanggalan,  karena kuitansi pembayaran tol laut baru diberikan kepadanya 20 hari kemudian.

Untuk membayar 30 ton barang bangunan yang dia bawa dari Surabaya tersebut,  Jambi mengaku membayar hingga 18 juta rupiah. Dalam notta pembayaran Jambi juga menemukan  adanya perbedaan jumlah tagihan yang diterima dari kuitansi asli dengan kuitansi tembusan yang diterimanya.

“Jumlahnya kita tahu tapi nama barang dan timbangannya tidak jelas, bagaimana kami bayar? itupun ada perbedaan dengan kuitansi asli yang sempat diberikan,”imbuhnya.

Sementara menurut Andi, pengurus PT Lintas Samudra Mandiri yang mengurus tarif tol laut di Dermaga Sebatik, biaya yang dibebankan kepada pedagang di Sebatik yang mencapai 4 kali lipat dari ketentuan tarif kapal tol laut, sudah termasuk biaya kontiner, biaya kuli serta biaya transportasi.

Menurutnya barang di bawah satu ton akan dikenai biaya ongkos angkut yang sama dengan biaya barang satu ton,  sementara barang yang beratnya lebih dari satu ton pihaknya akan menghitung kelebihan berat muatan.

“Subsidi tetap 317.000 perton, di luar daripada itu (lebih dari 1 ton) saya juga tuntut. Kurang dari 2 ton, itu dihitung kena 2 ton. Buruh itu biayanya 300.000 perton, belum biaya container, satu karung tetap kita bayar containerya,” ujarnya. #dhi

Print Friendly

Comments

comments




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *