Search
Wednesday 22 November 2017
  • :
  • :

Kepiting Bertelur Diselundupkan dari Nunukan ke Tawau Malaysia

NUNUKAN, BERITAKALTARA.COM– TNI AL yang bertugas di wilayah perbatasan Kecamatan Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara mengamankan 1 kotak kepiting bertelur yang akan diselundupkan ke Kota Tawau Malaysia.

Komandan Pangkalan TNI AL Nunukan Letkol Laut (P) Ari Aryono mengatakan, Anggota Pos TNI AL bersama karantina perikanan, SDKP dan Syahbandar Perikanan Sebatik menemukan 1 kotak kepiting bertelur yang akan diselundupkan oleh KM Nurjanah. Penangkapan terjadi saat menggelar operasi pemeriksaan dokumen kapal, crew kapal dan muatan kapal yang akan menuju kota Tawau di Pos TNI AL Sei Pancang.

“Hari Jumat kita melakukan pemeriksaan terhadap dokumen kelengkapan kapal dan kita menemukan 1 boks styrofoam yang berisi kepiting bertelur pada KM Nurjanah yang akan diselundupkan ke Tawau Malaysia,” ujarnya, Sabtu (29/07/2017).

Dari KM Nurjanah TNI AL mengamankan 125 ekor kepiting bertelur dalam kondisi hidup seberat 27 kilogram yang disimpan dalam kotak Styrofoam.

Kapal beserta kapten kapal yang berasal dari Kota Tarakan tersebut akhirnya diamankan di Pos TNI Al untuk dilakukan pemeriksaan. 1 kotak kepiting bertelur tersbeut kemudian diserahkan kepada Karantina Ikan, Pengendali Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Pos Sebatik.

” Ini artinya masih ditemukan upaya tindak penyelundupan kepiting bertelur ke Tawau Malaysia mengingat nilai jual yang tinggi disana,” imbuh Ari Aryono.

Ratusan kepiting tersebut kemudian dilepas liarkan di kawasan mangrove Desa Sei Nyamuk Kecamatan Sebatik. Sementara kapal KM Nurjanah dan kapten kapal yang berupaya menyelundupkan kepiting tersebut ke Tawau Malaysia dilepaskan.

Menurut Ari Aryono perlu upaya patroli laut dan pemeriksaan baik oleh unsur patroli Kamla Posal maupun Patroli Gabungan Perikanan secara terus menerus, mengingat masih lemahnya sanksi hukum yang diberikan kepada para pelaku penyeludupan kepiting.

“Sebab pada penanganan lebih lanjut oleh pihak Karantina hanya dilaksanakan penahanan dan pelepasan kepiting bertelur untuk tujuan konservasi SDA perikanan semata, bukan sebagai kasus pidana atas pemilik, kapal dan pengurusnya,” ucap Ari Aryono. #dhy

Print Friendly

Comments

comments




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *