Search
Thursday 17 August 2017
  • :
  • :

Warga Krayan Tancapkan Merah-Putih di Tapal Batas Negara

NUNUKAN, BERITAKALTARA.COM – Kamis (27/7/2017) pagi, ratusan warga di wilayah perbatasan Kecamatan Krayan Induk Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara membawa bendera merah putih ke wilayah perbatasan Indonesia – Malaysia. Mereka menancapkan bendera merah putih dari titik nol tapal batas di Ruantung Long Midang hingga 12 kilometer di sepanjang garis tapal batas antar negera.

Salah satu anggota veteran konfrontasi tahun 1964 Martinus Sere mengaku terharu dengan kegiatan yang dilakukan oleh pemuda di wilayah perbatasan tersebut.

“Ini baru pertama kali pengibaran bendera raksasa dan 2.400 bendera. Ini membuktikan nasionalisme warga perbatasan,” ujarnya, Kamis (27/072017).

Inisiator yang juga Camat Krayan Induk Helmi mengaku jika kegiatan itu dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan RI ke 72 pada 17 Agustus 2017.

Pengibaran 2.400 bendera dan 7 bendera raksasa itu, diantaranya ada 2 bendera raksasa dikibarkan di dua gunung tertinggi di Krayan, yaitu Budug (bahasa daerah setempat untuk gunung) Yuvai Semaring diketinggian 1100 mdpl dan Budug Paris diketinggian 1.400 mdpl.

Menurut Helmi, ini merupakan bentuk kecintaan warga perbatasan terhadap NKRI. Rasa cinta terhadap negara Indonesia menurutnya harus terus dipupuk sejak dini meskipun kesulitan hidup di wilayah terisolir Krayan dan harus bergantung hidup dari negara Malaysia tidak akan melunturkan rasa nasionalisme.

“ Dari kemarin kita sudah nyicil mengibarkan bendera raksasa. Hari ini secara resmi pengibaran 2.400 bendera dari titik nol sampai 12 kilo di sepanjang perbatasan,” ujarnya.

Pengibaran 2.400 bendera diakhir Bulan Juli menurut Helmi adalah untuk memberikan spirit kemerdekaan RI di wilayah perbatasan lebih awal karena selama sebulan penuh warga kecamatan Krayan akan mengelar berbagai perlombaan.

Melalui kegiatan peringatan kemerdekaan RI tersebut, Helmi mengajak masyarakat di wilayah perbatasan untuk tetap optimis untuk membangun Indonesia meski berada di tengah kesulitan dan keterbatasan.

Keterbatasan hidup di wilayah perbatasan seharusnya tidak menjadi halangan bagi warga turut membangun negara.

“Mendirikan 2.400 bendera tidak mudah, material kita datangkan dari kota dengan penerbangan terbatas. Tapi saat kita punya niat membangun dari hal kecil kita pasti bisa. Apa yang bisa kita buat di Krayan ayo kita buat,” imbuhnya.

Melalui pengibaran 2.400 bendera di tapal batas, Helmi juga menyampaikan pesan bahwa Krayan juga merupakan bagian dari Indonesia yang juga butuh sentuhan perhatian pemerintah pusat.

Keinginan maju dari warga perbatasan di tengah keterisolasian dari wilayah Indonesia menurutnya harus didukung oleh perhatian dari pemerintah pusat.

“Kita hanya punya satu akses jalan ke negara Malaysia. Kebutuhan hidup kita juga bergantung kepada Malaysia. Harus ada perhatian pemerintah pusat trhadap semangat maju dari warga di perbatasan,” ucapnya. #dhi

Print Friendly

Comments

comments




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *