Search
Wednesday 17 October 2018
  • :
  • :

Hore! Kaltara Dapat 40 Guru Garis Depan dari Kemendikbud

 

TANJUNG SELOR, beritakaltara.com– Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengeluarkan formasi program Guru Garis Depan (GGD) untuk jenjang SMA dan SMK yang telah melalui seleksi pada 2016 lalu. Dari 183 formasi yang disetujui, jatah untuk Kaltara yang terbanyak, yakni 40 formasi.

Daftar formasi ini merujuk pada surat Sekretaris Jenderal Kemendikbud Nomor 12883/A.A3/KP/2017, teranggal 24 Februari 2017 lalu, perihal persetujuan formasi GGD 2016 jenjang SMA/SMK dan permohonan data nama satuan pendidikan negeri untuk penempatan.

Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, GGD 2016 untuk ditempatkan di daerah khusus yaitu terdepan, terluar dan tertinggal, serta terpencil. Melalui program ini membuka kesempatan bagi lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) program pascasarjana mendidik, PPG S1 PGSD berasrama, PPG SMK Kolaboratif, PPG Basic Science dan PPGT untuk menjadi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) dengan jabatan tenaga fungsional guru dan ditempatkan di salah satu dari 93 kabupaten di Indonesia.

Dari usulan formasi untuk di Kaltara, kata Irianto, disetujui oleh pemerintah melalui Kemendikbud sebanyak 40 formasi. Sebelumnya, pada saat launching GGD 2016 pada Februari lalu, Mendikbud meminta kepada pemerintah daerah untuk melengkapi persyaratan usulan yang kurang. Ketika itu, Gubernur pun langsung menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan dan kebudayaan, serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk segera melengkapi.

“Alhamdulillah, persyaratan yang diminta oleh Kemendikbud untuk program GGD dapat kita penuhi, sehingga dari 10 daerah yang ada di Indonesia kita mendapatkan kuota terbanyak,” ujar Irianto, belum lama ini.

Saat ini, lanjut Irianto, Disdikbud Kaltara sedang menyiapkan tahapan pemberkasan. Irianto berharap, pada April mendatang, Surat Keputusan (SK) untuk para CASN yang dinyatakan lulus dalam seleksi tersebut sudah bisa diusulkan ke Kemendikbud. “Kita harap, guru yang telah mengikuti program seleksi dari Kemendikbud tersebut. Artinya guru yang siap diorbitkan ke perbatasan,” jelasnya.

Irianto mengatakan, para guru yang diterima dalam program GGD ini, diutamakan pendaftar yang berasal dari daerah yang akan ditempati. Hal ini bertujuan agar gurus di daerah 3T ini bisa bertahan terus, atau tidak minta untuk dipindahkan ke kota. “Misalkan di Krayan, diutamakan pendaftar dari Krayan. Kemudian di Sebatik begitu juga, atau di pedalaman Bulungan. Kita utamakan putra-putri dari daerah tersebut,” ujarnya.

Irianto menyebutkan, tak hanya di daerah perbatasan, program guru garis depan juga mencakupi seluruh kabupaten/kota di Kaltara. “Karena Kaltara merupakan provinsi perbatasan, jadi bukan hanya Nunukan dan Malinau. Nanti juga diusulkan untuk Bulungan, KTT (Kabupaten Tana Tidung), juga Tarakan, serta Bunyu,” kata Irianto.

Pengalokasian formasi guru garis depan untuk daerah 3T ini, dijelaskan Irianto, adalah merupakan afirmasi keberpihakan pemerintah untuk meningkatkan performa pendidikan di daerah tertinggal, terluar dan terpencil.

“Sesuai arahan Pak Menteri beberapa waktu lalu, kita harus menjaga agar jangan sampai guru yang ditempatkan nanti hanya menjadikannya sebagai batu loncatan. Artinya yang terpenting menjadi ASN (aparatur sipil negara) dulu, setelah itu pindah ke kota. Ini harus diantisipasi. Makanya akan diterapkan persyaratan-persyaratan yang mengikat, agar ASN guru tersebut bertahan di tempat tugasnya,” ujarnya.

Sebagai informasi, pendaftaran seleksi GGD telah dilaksanakan pada 18-31 Agustus 2016 lalu di Kemendikbud. (humas)

Print Friendly

Comments

comments




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *