Search
Tuesday 19 June 2018
  • :
  • :

WWF Berharap Populasi Gajah Unik di Tulin Onsoi Bertambah

Gajah juga ditemukan di Tulin Onsoi Nunukan, Prov Kaltara.

NUNUKAN, beritakaltara.com- Populasi gajah mini yang tersebar di Kecamatan Tulin Unsoi, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, terlindungi oleh kearifan lokal dan kehidupan sosial masyarakat setempat.

East and North Kalimantan Program Manager WWF, Wiwin Effendy mengungkapkan, jumlah gajah Kalimantan yang dinilai unik itu hanya berjumlah sekira 80 ekor dan memiliki bentuk tubuh lebih pendek dibanding dengan Gajah Sumatera.

“Gajah yang ini memiliki ekor lebih panjang, dan telinga lebih besar dari gajah pada umumnya. Jadi, dianggap sebagai hewan keramat dan tidak boleh dibunuh atau diganggu. Berdasarkan hasil survei WWF yang dilakukan lima tahun sekali, gajah mini ini tersebar di Kecamatan Tulin Unsoi. Jumlahnya sudah mencapai 80 ekor. Masyarakat setempat memanggil gajah ini dengan sebutan nenek sehingga warga sekitar takut jika mengganggu atau membunuh gajah tersebut,” ungkapnya.

Dijelaskannya, keberadaan hewan itu saat ini cukup terganggu oleh aktifitas perusahaan perkebunan Kelapa Sawit. Warga setempat juga membuka lahan perkebunan, sehingga berpotensi mengancam populasi hewan tersebut.

“WWF terus melakukan pengawasan terhadap kondisi habitat gajah kalimantan itu. Kita telah melakukan kerjasama dengan Pemprov Kaltara dan Pemkab Nunukan untuk membentuk Satgas Konflik yang tersebar di 11 desa, Kecamatan Ulin Unsoi dengan menempatkan 3 persolnil satgas di tiap desa,” jelasnya.

Ia menegaskan, personel Satgas Konflik telah dibentuk melalui Surat Keputusan Bupati Nunukan dengan biaya operasional dari Pemprov Kaltara dan Pemkab Nunukan. Selain itu Gajah Kalimantan dapat dijadikan objek wisata yang menjanjikan.

Sayangnya,untuk bisa melihat gajah tersebut masyarakat harus menempuh perjalanan cukup jauh ke pedalaman Tulin Unsoi.

“Untuk dapat menemui gajah itu butuh waktu 4 hari,” ujarnya.

Untuk membantu mengawasi habitat gajah mini itu, Pemprov Kaltara juga telah membentuk Dinas Lingkungan Hidup. Sedangkan lokasi keberadaan gajah  juga bisa masuk dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) Kalimantan Utara. Sebab, ini menjadi salah satu solusi untuk dapat menjaga pelestarian hewan dilindungi ini,” tegasnya. #vir

Print Friendly

Comments

comments




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *