Search
Wednesday 13 December 2017
  • :
  • :

Kasus Korupsi di KTT, Jaksa Cari Tersangka Lain

TANJUNG SELOR, beritakaltara.com- Pemeriksaan terhadap mantan Penjabat Bupati Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, Ahmad Bey Yasin (ABY), mengarah pada kemungkinan adanya tersangka lain pada dugaan korupsi penyalahgunaan dana tak terduga Tahun Anggaran 2015 lalu sekira Rp1 milliar.

ABY yang pernah menjabat Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan akan kembali diperiksa oleh Kejari Tanjung Selor, setelah ditangkap tim pidana khusus Kejaksaan Negeri Tanjung Selor, pekan lalu di kota Samarinda Kaltim.

Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk mengetahui pihak lain yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi penyalahgunaan dana tak terduga Pemkab Tana Tidung Tahun Anggaran 2015 lalu.

Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Selor, Gunawan Wibisono melalui kasi Intel kejari Tanjung Selor, Sutriono, mengungkapkan, sebelum ABY ditangkap dikontrakannya di Samarinda, pihak kejaksaan telah memeriksa lima orang saksi yang semuanya berasal dari KTT.

“Saksi terperiksa diantaranya bertugas di bagian keuangan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) dan bagian keuangan, pemeriksaan saksi dilakukan di Kejari Tanjung Selor dan di KTT,” jelasnya.

Dijelaskannya, tim penyidik kejaksaan belum dapat memastikan apakah ada tersangka baru kasus tersebut.

“Tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru, artinya bisa ya dan bisa tidak. Tersangka ditangkap akibat tidak kooperatif. Penahanan selama 20 hari telah sesuai amanat pasal 24 ayat 1 KUHP. Jika selama 20 hari proses penyidikan belum selesai, bisa diperpanjang 40 hari sesuai ketentuan pasal 24 ayat 2, jadi masa penahanan selama 60 hari. Sejak Februari lalu tersangka sudah dipanggil sebanyak 4 kali,” jelasnya.

Ditegaskannya, meski status ABY sudah sebagai tersangka belum bisa dinyatakan bersalah sebelum ada putusan hakim di Pengadilan.

“Yang jelas,kejaksaan sudah melengkapi dua alat bukti yang akan dibawa ke persidangan.Sedangkan proses hukumnya, kita upayakan akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Samarinda (Kaltim) bulan April ini. Atas perbuatannya ABY diancam UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi pasal 2 dan 3. Tersangka diancam pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun,” pungkasnya.

ABY sebelumnya masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung selor, Kalimantan Utara, selama hampir satu tahun. Ia ditangkap oleh Tim Pidana Khusus Kejari Tanjung Selor di sebuah rumah kontrakan di Kelurahan Karang Asam, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda,Kalimantan Timur. Mantan Pj Bupati KTT itu telah dijebloskan ke rumah tahanan Polres Bulungan, Jumat (31/3/2017) lalu. #vir

Print Friendly

Comments

comments




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *