Search
Wednesday 17 October 2018
  • :
  • :

Ingatkan Serapan Anggaran

415 REVISI.inddTANJUNG SELOR, BERITAKALTARA.com- Masalah serapan anggaran menjadi sorotan Ketua DPRD Bulungan Syarwani. Ia menyatakan serapan anggaran di tiap satuan kerja perangkat daerah (SKPD), tahun 2015 lalu, rata-rata di atas 50 persen.

Data tersebut diketahui setelah Bupati Bulungan Sudjati menyampaikan laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj). Dari dasar penyampaian itu, proses selanjutnya akan dibahas dan dirapatkan secara internal di DPRD Bulungan.

“Kita rapat sebelum mengambil keputusan dan yang nantinya disampaikan pada masa sidang istimewa,” jelas Syarwani yang ditemui usai rapat paripurna yang digelar di ruang Datu Adil Sekretariat DPRD Bulungan, Selasa (14/6/2016).

syarwani6-oeSyarwani menilai LKPj kepala daerah wajib disampaikan untuk mengetahui capaian dari masing-masing satuan kerja. Dari keseluruhan satuan kerja pencapaian serapan anggaran tahun 2015 terealisasi 90 persen terhadap kinerja pemerintah.

“Berharap tahun ini serapan anggaran bisa lebih baik. Serapan anggaran tentu berdampak pada kemajuan pembangunan di Bulungan,” tegasnya.

Peningkatan guna kemajuan pembangunan salah satunya berasal dari pendapatan asli daerah (PAD). Apalagi, menurut Syarwani, kecenderungan PAD tiap tahun melebih target yang ingin dicapai. Target PAD tahun lalu telah melampaui pencapaian sebesar Rp 100 miliar. Target yang ditetapkan pada 2015 lalu sebesar Rp 75 miliar.

Di tahun ini, jangan sampai PAD mengalami penurunan begitu pula untuk tahun anggaran 2017 mendatang. Maka dari itu, perlu menggenjot dan lakukan evaluasi pembahasan bersama pemerintah kabupaten dengan dewan. Meskipun pada dasarnya ada lima perda yang sudah dicabut.

Dengan dicabutnya lima perda, secara otomatis PAD pun berdampak. Kelima perda yang dicabut kini menjadi kewenangan pemerintah provinsi Kaltara. “Perda yang sudah dicabut dan kabupaten tak memiliki kewenangan, suka tidak suka harus dilaksanakan,” ujarnya.

Namun, kabupaten masih memiliki potensi yang dapat dikembangkan dari sektor lainnya. Diakui Syarwani, kelima perda yang dicabut belum diketahui berapa persen PAD yang berkurang. “Belum ada laporan terkait lima perda yang telah dibatalkan atau dicabut. Tapi kita tetap harus optimis pencapaian PAD tahun ini bisa meningkat,” tuntasnya. #adv

Print Friendly

Comments

comments




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *