Search
Wednesday 22 November 2017
  • :
  • :

Kajati Akui Ada Sprindik Kasus Undunsyah dari Satgasus di Jakarta

Wawancara Wartawan beritakaltara.com dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim di Samarinda.

Wawancara Wartawan beritakaltara.com dengan Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim di Samarinda.

SAMARINDA, BERITAKALTARA.com- Kasus dugaan korupsi yang melibatkan nama Undunsyah, Bupati KTT (Kabupaten Tana Tidung), ditangani oleh tim Satgasus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (P3TPK) yang dibentuk Kejaksaan Agung di bawah Jampidsus (Jaksa Agung Muda Pidana Khusus).

“Tim ini sudah lama ada. Mereka menangani kasus-kasus dari laporan masyarakat yang ditujukan langsung ke Kejaksaan Agung. Tidak melewati kejaksaan negeri dan kejaksaan tinggi,” ujar Kepala Kejaksaan Tinggi Kaltim Abdoel Kadirun kepada Beritakaltara.com di ruang kerjanya di Samarinda, Senin (14/6/2016).

Meski kasus-kasus itu ditangani langsung oleh Satgasus, Abdoel Kadirun mengakui, selalu dilakukan pemberitahuan dan koordinasi dengan Kejaksaan Tinggi maupun Kejaksaan Negeri. Begitu juga mengenai kasus yang diduga terjadi di Kabupaten Tana Tidung.

“Kami menerima pemberitahuan mengenai perkaranya. Tapi, sejauh ini perkara itu masih ditangani oleh Satgasus. Tiap kali datang ke Kaltim untuk melakukan kegiatan penyelidikan atau ingin memeriksa seseorang mereka bilang ke kita. Istilahnya kulonnuwun dulu dengan jaksa di daerah,” ujar Kajati ditemani oleh Wakajati Kaltim, Yusuf.

Saat ditanya apakah status Undunsyah sudah menjadi tersangka korupsi, Kajati mengatakan sepengetahuan dirinya belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka karena status perkara masih lidik atau penyelidikan. Dalam status lidik tersebut jaksa sedang mengumpulkan bukti dan menanyakan ke sejumlah saksi.

Sebelumnya diberikan, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus telah menerbitkan Sprindik (surat perintah penyidikan) dimulainya penyelidikan dugaan korupsi di Pemkab Tana Tidung. Sprindik ditanda tangani Direktur Penyidikan, Jaksa Muda Madya, DR Fadil Zumhana. Dalam kasus yang melibatkan Undunsyah ini, Fadil Zumhana merangkap sekaligus sebagai penyelidik.

Sprindik yang diterbitkan dan ditanda tangani Zumhana, sebagaimana salinannya diperoleh beritakaltara.com diberi Nomor:Print-39/F.2/Fd.1/03/2016, Tanggal 8 Maret 2016.

Ada tiga kasus dugaan korupsi yang diperintahkan untuk dilakukan penyelidikan di Pemkab Tana Tidung terakait dengan APBD Kabupaten Tana Tidung mulai Tahun 2010-2015. Pertama; dugaan adanya korupsi dan berbagai penyimpangan di proyek multi years berbagai aneka macam bangunan. Kedua; penyalahgunaan dana kas, dan ketiga; dugaan suap/gratifikasi oleh Undunsyah.

Dalam surat perintah penyelidikan yang diterbitkan Direktur Penyidik Pidsus di Kejagung tersebut, diketahui penyelidik juga telah melayangkan surat panggilan ke sejumlah pejabat pengelola kas daerah Tana Tidung dan mantan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) atau Pimpro Proyek Multi Years.

Berdasarkan salinan dokumen LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) Badan Pemeriksa Keuangan Perakilan Kaltim atas APBD Tana Tidung Tahun 2010, 2011, 2012, sebetulnya apa yang diduga Kejagung, dua diantaranya sudah terpapar dengan jelas, yakni adanya penyimpangan di proyek multi years dan penyalahgunaan kas daerah.

Dalam surat tersebut, diketahui penyelidik juga telah melayangkan surat panggilan ke sejumlah pejabat pengelola kas daerah Tana Tidung dan mantan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) atau Pimpro Proyek Multi Years.

Berdasarkan salinan dokumen LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Kaltim atas APBD Tana Tidung Tahun 2010, 2011, 2012, apa yang diduga Kejagung, dua diantaranya sudah terpapar dengan jelas, yakni adanya penyimpangan di proyek multi years dan penyalahgunaan kas daerah.

Bupati Kabupaten Tana Tidung Undunsyah saat ditanya Wartawan di Tanjung Selor, belum lama ini, mengakui sudah mengetahui adanya penyelidikan kasus tersebut. Namun ia membantah dirinya telah menjadi tersangka, karena dalam kasus itu ia sama sekali belum diperiksa. #le/riv/in

Print Friendly

Comments

comments




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *