Search
Wednesday 22 November 2017
  • :
  • :

Mampukah Bupati  KTT Menaklukkan Jaksa Agung?

Bupati KTT Undunsyah.

Bupati KTT Undunsyah.

SAMARINDA, BERITAKALTARA.com- Proses hukum terhadap berbagai penyimpangan pengelolaan keuangan dan proyek pembangunan di Kabupaten Tana Tidung mulai bergulir. Kejaksaan Agung menangani langsung penanganan dugaan penyimpangan dan korupsi di kabupaten paling bungsu di Provinsi Kalimantan Utara tersebut.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus telah menerbitkan Sprindik (surat perintah penyidikan) dimulainya penyelidikan dugaan korupsi di Pemkab Tana Tidung. Sprindik ditanda tangani Direktur Penyidikan, Jaksa Muda Madya, DR Fadil Zumhana. Dalam kasus melibatkan Undunsyah ini, Fadil Zumhana merangkap sekaligus sebagai penyelidik.

Sprindik yang diterbitkan dan ditanda tangani Zumhana, sebagaimana salinannya diperoleh beritakaltara.com diberi Nomor:Print-39/F.2/Fd.1/03/2016, Tanggal 8 Maret 2016.

“Ada tiga kasus dugaan korupsi yang diperintahkan untuk dilakukan penyelidikan di Pemkab Tana Tidung terakait dengan APBD Kabupaten Tana Tidung mulai Tahun 2010-2015. Pertama; dugaan adanya korupsi dan berbagai penyimpangan di proyek multi years berbagai aneka macam bangunan. Kedua; penyalahgunaan dana kas, dan ketiga; dugaan suap/gratifikasi oleh Undunsyah,” kata Fadil Zumhana dalam suratnya.

Bupati Tana Tidung, Undunsyah di wilayah utara Kalimantan ini, diketahui sering menjadi langganan tudingan kasus-kasus korupsi. Namun ia selalu berhasil lolos sehingga banyak yang mengistilahkan Undunsyah kebal hukum. Berbagai laporan negatif tentang sepak terjangnya sebagai bupati, sejak memerintah di periode pertama 2009-2015 mampu diatasi di kejaksaan maupun kepolisian, termasuk di level provinsi.

“Kami menyebutnya bupati kuat. Dugaan penyimpangan di KTT itu terang benderang dan banyak. Tapi aneh selalu tidak terlihat oleh penegak hukum. Itu dilihat masyarakat sangat aneh,” ungkap Ikram Mahmud, seorang tokoh masyarakat yang telah puluhan tahun menjadi Wartawan di sana. Dengan kasus ini, masyarakat  menunggu apakah Undunsyah mampu menaklukkan Kejaksaan Agung. Apabila kasus yang disidik sekarang tak berproses sampai ke pengadilan, itu artinya sang bupati memang orang kuat.

Dalam surat perintah penyidikan yang diterbitkan Direktur Penyidik Pidsus di Kejagung tersebut, diketahui penyelidik juga telah melayangkan surat panggilan ke sejumlah pejabat pengelola kas daerah Tana Tidung dan mantan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) dan PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan) atau Pimpro Proyek Multi Years.

Berdasarkan salinan dokumen LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan) Badan Pemeriksa Keuangan Perakilan Kaltim atas APBD Tana Tidung Tahun 2010, 2011, 2012, sebetulnya apa yang diduga Kejagung, dua diantaranya sudah terpapar dengan jelas, yakni adanya penyimpangan di proyek multi years dan penyalahgunaan kas daerah.

Sedangkan untuk kasus dugaan Undunsyah menerima suap atau gratifikasi, kelihatannya penyelidik masih harus bekerja keras untuk membuktikannya. Sebab penyelidik harus menemukan orang yang mau memberikan keterangan dan bukti. Sejumlah pengusaha akan dimintai keterangannya oleh penyidik.

Konfirmasi kepada Bupati KTT Undunsyah masih diupayakan Wartawan beritakalkaltara.com. #in

Print Friendly

Comments

comments




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *